Friday, October 29, 2021

Resume Pertemuan ke-12 Program Menulis Buku Mayor Dalam Dua Minggu

 

Jum’at, 29 Oktober 2021

Resume pertemuan ke-12

Nara sumber :  Prof. R. Eko Indrajit

Moderator :  Aam Nurhasanah

Tema :   Program Menulis Buku Mayor Dalam Dua Minggu

Penulis : Jeany Huginy

 


                                               

Pertemuan ke-selusin … semakin hari semakin banyak saja ilmu yang dapat terserap di setiap pertemuan kelas Belajar Menulis bersama PGRI ini. Sedari sore hari saya bersiap-siap mengikuti kelas malam ini. Secangkir lemon tea hangat dan dua sendok gula aren semut kuseruput untuk penghangat tubuh diantara rinai hujan.

Tiba waktunya masuk kelas. Chat di wa memunculkan flyer pertemuan malam ini. Bu Aam kembali lagi bertindak sebagai moderator. Hai bu Aam cantik yang selalu ceria… semangat ibu selalu menulari setiap pertemuan yang ibu pandu.

Di awal chat bu Aam berpesan untuk memanfaatkan waktu sebaik-baiknya karena pertemuan malam ini akan mengantarkan kita menembus penerbit mayor PT Andi Offset Yogyakarta.

Narasumber malam ini adalah Prof. Richardus Eko Indrajit yang lebih dikenal dengan sebutan Prof. Ekoji. Beliau salah satu narasumber yang paling dinantikan oleh setiap alumni kelas belajar menulis karena bisa mengantarkan peserta kelas menulis ini menembus penerbit mayor dan Bu Aan adalah bukti nyata salah satu alumni yang bisa berkolaborasi dengan Prof. Ekoji 

Sudah ada 2 angkatan yang bukunya terbit. Angkatan pertama (Pelopor) dan angkatan kedua(September Ceria). Bu Aam termasuk salah satu angkatan program  September Ceria

Mimpi terbesar menembus Penerbit Mayor dan bukunya terpajang di rak toko buku Gramedia di Seluruh Indonesia merupakan kado terindah bagi Bu Aam selama mengikuti kelas Belajar Menulis Bersama Om Jay.

 

Tidak hanya buku fisik, Penerbit Mayor juga menyediakan Buku digital (e-books)

https://play.google.com/store/books/details/AAM_NURHASANAH_S_Pd_Parenting_4_0?id=5kkzEAAAQBAJ

 

Program buku ini bekerja sama dengan Ekoji Channel yang mewajibkan peserta memilih salah satu video yang ekoji siapkan sebagai judul buku bapak ibu peserta nantinya.

 

Cara memilih Judul Buku dari Sesi Ekoji Channel dapat dilihat di :

https://youtube.com/shorts/JIahtF4Q19E?feature=share

 

Setelah memilih salah satu judul dari Prof. Ekoji, kembangkan dan buat TOC(Table Of Content) atau daftar isinya yang memuat 5W +1 H

 

Lebih lanjut moderator mengajak untuk menyimak sejenak profil narasumber keren kita Profil Prof. Ekoji pada https://id.m.wikipedia.org/wiki/Richardus_Eko_Indrajit

Teman-teman ... Prof. R. Eko Indrajit adalah seorang tokoh pendidikan dan pakar teknologi informatika yang kini menjabat Rektor Universitas Pradita.

Selain dikenal sebagai sosok penggerak riset informatika dan teknologi digital, Eko Indrajit adalah narasumber yang aktif di berbagai seminar, lokakarya, dan penulis buku serta jurnal yang telah dipublikasikan di dalam maupun luar negeri.  

 

Setelah lulus sebagai insinyur dengan predikat cum laude dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, beliau melanjutkan pendidikan ke berbagai negara di luar negeri. Gelar Doctor of Bussiness Administration diperoleh dari the University of the City of Manila (Filipina).

 

Suami dari penyanyi Lisa A Riyanto ini juga pernah menjadi Staf Khusus Menpora Republik Indonesia (2013-2014). Selain itu Prof Eko Indrajit juga pernah menjabat Sekretaris Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Kemendikbud. Kiprahnya dalam dunia pendidikan tidak hanya di ruang kelas dalam universitas, namun terjun pula dalam berbagai program peningkatan kompetensi guru. Ia bergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan menginisiasi PGRI Smart Learning and Character Center

 

Masuk ke materi malam ini  dengan Tema Program Menulis Buku Mayor Dalam Dua Minggu, Prof Ekoji membagikan pengalamannya mengenai KIAT MEMBUAT BUKU MAYOR

 

Prof. Ekoji menjelaskan pengalamannya terkait Kiat Membuat Buku Mayor dimulai dari sesi WA seperti yang sekarang dilakukan tahun lalu dimana Bu Aam adalah salah satu yang turut bersama-sama mengalaminya. Pada saat itu, satu setengah tahun yang lalu kurang lebih, beliau diminta untuk sharing di wa caranya menjadi seorang penulis yang handal. Kebetulan ketika itu beliau sudah menulis buku kurang lebih 50 buah dan ratusan tulisan baik yang bersifat populer maupun akademis.

 

Di sela-sela akhir acara, beliau merasakan ada getaran dari guru-guru yang sangat merindukan dapat menjadi penulis dan menerbitkan bukunya. Hal ini beliau tangkap dari pertanyaan dan diskusi yang berlangsung.

 

Melihat adanya semangat tersebut, Prof. Ekoji lalu meluncurkan tantangan kepada mereka: "Siapa yang mau menulis bersama saya dalam waktu 2 minggu, dengan kemungkinan dipublikasikan oleh penerbit?" - banyak orang terkejut dan menanyakan cara dan kemungkinan melakukannya.Pada saat itulah beliau jelaskan caranya.

 

Berikut adalah tahap-tahap yang Prof. Ekoji minta kepada mereka untuk melaksanakannya dalam dua minggu.

Pertama, meminta mereka untuk singgah ke Youtubbe beliau yaitu EKOJI CHANNEL dan melihat video-video tentang pembelajaran yang saya tampilkan di sana.

 

Kedua, meminta mereka memilih satu video yang menarik perhatian mereka karena kontennya.

 

Ketiga, selama seminggu,Prof. Ekoji meminta mereka untuk MENULISKAN APA YANG SAYA UTARAKAN di dalam video - baik secara verbatim (sebagaimana tersampaikan) maupun dengan menggunakan bahasa yang disusun sendiri.

 

Keempat, setelah melihat hasilnya, beliau mengajak membuat Table of Contents atau daftar isi yang kira-kira sesuai dengan apa yang beliau sampaikan (kebanyakan urutannya sudah  disampaikan di video, jadi lebih mudah).

 

Kelima, saya minta mereka mencari sumber lain di internet mengenai konten atau topik serupa dan menuliskannya kembali dengan kata-kata sendiri untuk memperkaya tulisan yang telah dibuat.

 

Keenam, tulisan yang sudah jadi tersebut (rata-rata 100 halaman lebih dalam format kertas A5) beliau serahkan ke Penerbit ANDI untuk dilihat kemungkinan diterbitkannya.

 

Ketujuh, Penerbit ANDI melakukan telaah/kurasi, dan menetapkan bahwa sebagian besar tulisan tersebut dapat diterbitkan, sementara beberapa tulisan perlu mendapatkan revisi minor mapuun major.

 

Kedalapan, simsalabim, terbitlah buku-buku tulisan guru-guru yang hebat tersebut, dimana mereka menjadi penulis pertama, dan Prof. Ekoji penulis keduanya. Impian menjadi kenyataan. Guru-guru yang tidak pernah bermimpi akan menjadi penulis dengan buku yang diterbitkan menjadi kenyataan.

 Dan sekarang sudah sampai pada enam gelombang.... Luar biasa..

Demikianlah cerita ringkas bagaimana Prof. Ekoji berhasil mengajak guru-guru berkolaborasi untuk membuat buku bersama. Buku-buku tersebut sekarang dapat dinikmati baik yang diterbitkan secara fisik maupun dalam rupa e-book. Semuanya memiliki ISBN.

 

Dan kejutan terakhir terjadi di pertengahan tahun, ketika salah satu buku tersebut dinobatkan menjadi JUARA PERTAMA buku terbaik versi Perpustakaan Nasional untuk kategori PJJ. Buku tersebut menyisihkan ratusan buku lainnya yang ditulis oleh para penulis handal. Sungguh suatu mukjijat yang tak pernah terbayangkan sebelumnya.

 

Itulah cerita awal dari kisah pengalaman Prof. Ekoji yang pernah terjadi sehingga kemudian oleh Oom Jay dijadikan sebagai judul pelatihan: "KIAT MENULISKAN BUKU MAYOR DALAM WAKTU RELATIF CEPAT"

 

Berikut adalah beberapa contoh buku hasil kolaborasi bapak ibu guru dengan Prof. Ekoji

 



 

Prof. Ekoji mengatakan awalnya menulis bukan karena kehendak pribadi, tapi karena ingin menolong orang lain. Hal tersebut dimulai pada tahun 1998, ketika krisis terjadi di Indonesia. Dimana waktu itu mahasiswa S2 yang diharuskan membeli buku-buku internasional tidak mampu lagi karena dolar yang meroket. Kemudian seorang mahasiwa datang kepadanya dan menyampaikan ide brilian: "Pak Eko, bagaimana kalau Bapak membuat tulisan isinya adalah ringkasan buku-buku luar negeri yang mahal itu?". Akhirnya beliau ke perpustakaan, mengambil 10 buku, membacanya, dan menuliskannya dalam bentuk bunga rampai. Jadilah buku Prof. Ekoji yang pertama. Mahasiswa pun senang, tidak perlu membeli buku luar negeri yang mahal, melainkan membeli buku saya.

 

Menurut Prof. Ekoji manfaat menulis itu banyak sekali. Pertama, kita akan dikenal banyak orang. Semakin dikenal banyak orang, semakin lancar rejeki yang menghampiri kita. Kedua, ada pemasukan tambahan, bukan saja dari royalti, tapi dari berbagai seminar atau lokakarya yang diselenggarakan untuk menjelaskan topik yang kita tulis. Ketiga, bisa jalan-jalan keliling Indonesia gratis, karena banyak orang yang ingin kita berbicara di tempat mereka. Keempat, kita akan dikenal sepanjang masa (hidup 1000 tahun lagi) karena karya tulisan kita akan tetap melekat di dunia siber.

 

Lanjut pada sesi tanya jawab ada beberapa yang dapat disarikan diantaranya :

1.      * Pada saat memutuskan untuk menulis buku dalam 1 minggu maka buatlah strategi  SKALA PRIORITAS diantara kesibukan kita sebagai seorang guru, artinya kita harus membuat target, pekerjaan mana dulu yang paling mendesak dan harus diselesaikan. Sehingga satu persatu tugas tersebut dapat selesai dan menikmatinya tanpa beban. Selanjutnya keinginan dan motivasi kuat diperlukan agar bisa dan mampu menulis, dengan cara 1 hari menulis 1 BAB,  25 halaman A5, 5 hari sudah 125 halaman. Hari ke 6-7 untuk swasunting. Prof Eko akan selalu mendampingi dan memberikan tantangan di setiap Bab.

  

2.      * Pada dasarnya setiap penerbit mayor memiliki kriteria masing-masing dalam menilai naskah yang diajukan layak terbit atau tidak. Misalnya adalah seberapa menariknya JUDUL atau TOPIK yang sedang dibahas? Topik yang sedang trend dan dibicarakan orang biasanya sangat menarik bagi mereka. Contoh lain adalah seberapa DIKENAL para penulisnya? Di siniliah peran Prof. Ekoji membantu mengangkat Bu Aam karena beliau belum terbiasa menulis. Dengan adanya Prof. Ekoji sebagai penulis kedua, maka meningkatkan ketertarikan dan daya jual buku tersebut. Ini adalah contoh bagaimana penerbit mayor menerapkan krtieria yang ada.

 

3.      * Cara mewujudkan mimpi itu mudah, yaitu segera BANGUN dari tidur, dan langsung menulis. Pepatah mengatakan "ala bisa karena biasa". Menulis itu harus dilatih. Mulailah menulis hal-hal yang anda senangi, taruhlah di blog anda. Misalnya anda menyukai sepakbola, maka menulislah satu hari satu kisah mengenai sebuah klub sepak bola. Paling tidak anda tulis dua halaman. Berarti dalam satu bulan, anda sudah akan punya 60 halaman bukan? Dan dalam tiga bulan sudah ada 180 halaman buku mengenai "Profil Klub Sepakbola Kelas Dunia" - untuk diterbitkan.

 

4.     * cara mencari dan menentukan judul yang bagus dan layak terbit: https://www.youtube.com/watch?v=17v72RUhZIY&t=981s

 

5.  * resume Bu Aam mengenai writing preneurship (menulis buku yang diterima penerbit) https://aamnurhasanah12.blogspot.com/2020/11/writing-preneurship-menulis-buku-yang.html

 

6.* * resume Bu Aam tentang book marketing strategy dapat dibaca di : https://aamnurhasanah12.blogspot.com/2020/11/book-marketing-strategy.html

 

Demikianlah resume pertemuan malam ini. Dan Quotes favorit saya penutup pertemuan belajar kali ini adalah :

 

   Menulislah, maka biarkan tulisanmu menemui takdirnya. (Buya Hamka)

 

Wednesday, October 20, 2021

Resume ke-6 Menulis Membuatku Naik Kelas dan Berprestasi

 

Jum’at, 15 Oktober 2021

Resume pertemuan ke-6

Nara sumber : Ibu Aam Nurhasanah, S.Pd

Moderator : Ms, Phia

Materi : Menulis Membuatku Naik Kelas dan Berprestasi

Pertemuan ke-6  pada jum’at malam ini mengusung materi dengan tema Menulis Membuatku Naik Kelas dan Berprestasi dengan Nara Sumber Ibu Aam Nurhasanah, S.Pd.

Ms. Phia sebagai moderator membuka acara dengan enerjik sekali, seketikapun acara terasa meriah dan bersemangat.

Seperti Tema Belajar malam ini, Menulis membuatku naik kelas dan berprestasi. Ms Phia merasa seperti itu pulalah pengalamannya selama bergabung Kelas Belajar Menulis .Hingga saatnya hampir di penghujung program kelas, Ms Phia diberi tantangan untuk menjadi moderator, and she was so shocked and Happy at the same time. Wuihh… luar biasa.. seakan terasa semangatnya hingga sini. Menurut Ms Phia selayaknya seorang pembelajar, maka tantangan adalah jembatan menuju peraihan Ilmu, dan kunci dari penguasaannya adalah senantiasa berlatih

Teman-teman, Narasumber kali ini adalah Ibu Aam Nurhasanah, S.Pd. Beliau adalah seorang Kepala Sekolah muda yang selalu bersemangat dan tampil Ceria, dan selalu siap membantu agar semua pembelajar di kelas belajar menulis ini  naik kelas. Jargonnya yang terkenal adalah Sukses, Sukses, Sukses!

Adapun Profil Singkat Ibu Aam Nurhasanah, S.Pd. sebagai berikut : Seorang guru pegiat literasi ;Penulis 30 Buku; Penulis aktif di berbagai komunitas Literasi; Kepala  SMPS Mathla’ul Hidayah Cipanas Lebak Banten; Melangkah dari Blogger, moderator, kurator, sampai jadi editor; dan Juara 1 Lomba Blog PGRI Maret 2021

Menurt Narsum ide menulis bisa dimulai dari hal-hal yang disukai, dari album foto, dari diri sendiri, cerita teman atau social media. Dan yang terpenting adalah mulai dari sekarang!

He he.. ini yang luput bu.. saya masih seringkali menunda padahal ide di kepala saya berloncatan bahkan tubrukan. 

Selanjutnya Ibu Aam Nurhasanah, S.Pd memberikan beberapa Tips Menulis diantaranya  ;

  •    Berusahalah menulis dari hati dengan mengekspresikan ide-ide yang berserak
  •     Taklukan rasa malas ketika hendak menulis, PD saja ketika menulis
  •   Sebelum tulisan di Publish, cek lagi tulisan kita untuk menghindari typo (Salah Ketik)
  •   Sering Blog Walking (BW) dan memberikan komentar pada blog teman
  •   Latihlah kemampuan menulis kita dengan menulis setiap hari
  •   Ikutlah challenge menulis di setiap kesempatan
  •   Jangan kecewa ketika belum menang atau gagal, tetap semangat menulis untuk terus berprestasi
  •   Menulislah untuk  berbagi dan menginspirasi negeri

Selain itu beliau juga membagikan tips menjadi juara blog antara lain : banyak membaca; sering Blog walking; Aktif di Komunitas menulis; Belajar mengedit sebelum memposting untuk menghindari typo (salah ketik); Ikut lomba blog dan terus mengasah diri dengan belajar sepanjang hayat

Sedikit kilas balik kisah perjalanan menulis Ibu Aam Nurhasanah, S.Pd, yaitu menurutnya,  dahulu, statusnya sama  seperti Bapak Ibu di sini yaitu sebagai peserta yang belum tahu dan belum bisa menulis buku. Pertama kali gabung di kelas ini, pada gelombang 8 bersama Mr. Bams, Bu Nora, Cang Ato, Pak Yulius Roma Patandean, Cak Inin, Mayor Nani, dan yang lainnya. Namun, harapannya pupus karena gagal belum bisa menulis resume dan akhirnya ditinggalkan teman-teman yang lebih awal meraih sukses

Setelah meluruskan niat, tekad, dan memupuk kepercayaan akhirnya beliau kembali mengulang di gelombang 12. Dengan berusaha fokus akhirnya beliau bisa lulus menjadi alumni, dan sukses menjadi blogger hingga berhasil menerbitkan buku perdana solo dan antologi.

Karena masih merasa awam, beliau lalu coba beranikan diri dan menulis buku antologi bersama-sama dengan 42 penulis hebat di seluruh nusantara. Bahagia tak terkira saat namanya berada diurutan pertama. Buku antologi ini diikuti saat narasumbernya Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd.  yang dikenal sebagai Bu Kanjeng yang membuat beliau semakin dekatnya hingga lahirlah buku solo perdana beliau yang berjudul "Mengukir Mimpi Jadi Penulis Hebat"

Setelah menjadi alumni, Ibu Aam Nurhasanah, S.Pd mengabdikan diri menjadi moderator kelas menulis maka lahirlah buku solo keduanya yang berjudul "Kunci Sukses Menjadi Moderator Online"

Keikutsertaan dalam lomba blog PGRI yang diadakan selama 28 hari pada bulan Februari yang mengharuskan semua peserta posting ke blog pribadi dan blog  YPTD akhirnya berbuah manis. Ibu Aam Nurhasanah, S.Pd dinobatkan menjadi Juara 1 Lomba Blog PGRI, walhasil ini menjadi buku solo ketiganya.

Belum puas sampai di situ, Ibu Aam Nurhasanah, S.Pd mengikuti seleksi menulis bersama Prof Ekoji hingga buku hasil proyek kolaborasi ini diterbitkan oleh penerbit mayor PT Andi Offset Yogyakarta.

Di saat yang tak diduga beliau mendapat tantangan dari  Bu Kanjeng memberi untuk menjadi kurator buku. Beliaupun  mencobanya dan akhirnya ketagihan.

Pengalaman beliau dalam menerbitkan buku berdampak semakin dikenalnya keahlian beliau di dunia medsos.  Hingga suatu ketika seorang muridnya yang bernama Juminah yang bekerja sebagai TKI di Arab Saudi meminta untuk mengedit novelnya. Juminah bekerja selama 5 tahun di Arab Saudi dan hanya mengirimkan naskah melalui WA.

Novel ini menceritakan perjuangan Juminah menjadi tulang punggung keluarga, dan mengorbankan masa remajanya untuk kerja jadi TKI demi membiayai sekolah adik-adiknya sampai takdir menemukan cinta sejatinya. Pengalaman ini adalah kali pertama Narsum menjadi seorang editor. Novel ini  sangat menyentuh jiwa.

Setelah itu Ibu Aam diminta untuk mengedit naskah buku oleh teman-teman khususnya alumni kelas Om Jay. Semua perjalanan menulis hingga naik kelas akhirnya diabadikan oleh beliau menjadi buku solo ke-4. Hingga saat ini total jumlah buku karangan beliau ada 30 yaitu 4 buku solo, satu buku duet prof Eko, dan 25 buku antologi.

Berikut adalah deretan buku-buku karya Ibu Aam Nurhasanah, S.Pd.





Luar biasa.. sebuah perjalanan menulis yang inspiratif dan kental dengan perjuangan yang gigih

Terimakasih Bu Aam Nurhasanah, S.Pd., kisah perjalan menulis ibu bagai pemantik bagi saya, seperti pesan ibu di akhir pertemuan "Rajinlah menulis hingga karyamu berbuah manis".







Monday, October 4, 2021

Resume ke-1 Langkah Awal Penulis Pemula

Senin, 4 Oktober 2021

Resume pertemuan ke-1

Nara sumber :  Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd

Moderator :  Maesaroh

Materi :  Menjadikan Menulis Sebagai Passion 

 


Benar-benar memberi passion!  Itu yang saya rasakan.

Wow… meskipun seperti tidak sengaja, tetapi ketidaksengajaan ini bagi saya nyata adanya.

Masuk ke dalam komunitas yang luar biasa memberikan aura positif. Menepis ragu menjadi hal yang mungkin dan bisa dilakukan. Yup, mulai belajar menulis!

 

Senin, 04 Oktober 2021 merupakan hari pertama kegiatan pelatihan belajar menulis gelombang 21 dan 22 yang diselenggarakan oleh PGRI. Pelaksanaan pelatihan dimulai pukul 19.00 WIB dan berakhir pada pukul 21.20 WIB. Pelatihan dilaksanakan melalui WA Grup, materi yang padat menarik dan interaktif pada sesi tanya jawab.

 

Kegiatan pelatihan pertemuan pertama ini dipandu oleh Ibu Maesaroh sebagai moderator. Materi perdana bertema “Menjadikan Menulis sebagai Passion” disampaikan oleh Ibu Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd. yang lebih akrab disapa Bu Kanjeng.

 

Bu Kanjeng adalah seorang guru pegiat literasi nusantara yang sudah menulis sekitar 21 buku. Beliau adalah lulusan S-1 FKIP Bahasa Inggris UNS dan S-2 di UMS. Seorang motivator yang memiliki motto : “Bersemangat menggapai ridha Allah dengan berbagi dan silaturahmi’

 

Memasuki sesi materi inti, Bu Kanjeng memulai dengan melemparkan pertanyaan : Mengapa menulis menjadi passion yang menjanjikan?

Jawabnya ada 2 alasan yaitu :

1.  Kemampuan menulis dipandang sebagai indikator intelektualitas dan kematangan berpikir

2.  Hinga hari ini, profesi penulis adalah salah satu pekerjaan yang sangat dihormati dan dihargai secara sosial

 

Di dalam menulis terdapat beberapa kendala dan hambatan yaitu merasa tidak berbakat menulis, tidak memiliki waktu, tidak memiliki ide, tidak mau dikritik dan tidak suka menulis.

 

Mulailah dengan kata tanya “Mengapa?”

Kata ini menjadi modal awal menulis.

 

Jika seseorang sudah mempunyai niat menjadi seorang penulis ini menunjukkan telah memiliki kematangan berpikir sekaligus manjadikannya naik kelas.  Memiliki profesi sebagai penulis tentu saja akan dihormati, karena dianggap telah memiliki intelektual yang lebih.

 

Ada 3 alasan untuk menulis yaitu

1.   Mengapa kita menulis

Lebih filosofis dan berhubungan dengan nilai, visi dan misi hidup kita di dunia

2.   Bagaimana cara kita menulis

Lebih bersifat teknis dan jawabannya cenderung mudah dipelajari melalui proses latihan

3.   Kapan kita mulai menulis

Secepatnya ! Kita harus niatkan untukmembuat karya yang asli dari diri kita.

 

Bu Kanjeng sendiri menjadikan Hadist Nabi yang mengatakan”Khoirunnas anfa’uhum linnas” (Sebaik-baik manuasia adalah mereka yang paling bermanfaat untuk manusi lain) sebagai motivasi beliau untuk mulai menulis.

Motivasi menulis dapat dijadikan modal yang bisa dikembangkan. Dan Bu Kanjeng mengistilahkan dengan  “Writing is my passion”.

Langkah-langkah menjadi penulis yang baik

1.  Read

Untuk menjadi seorang penulis yang baik, kita perlu membaca banyak buku baik yang bersifat general (umum) maupun spesifik (misalnya sesuai dengan background akademik atau interest pribadi kita)

2.  Discuss

Hal ini penting karena ide dan gagasan seringkali muncul saat kita mendialektikakan bahan bacaan yang kita  baca dengan bacaan orang lain atau dengan diri kita sendiri.

Bila diperlukan, ada baiknya kita memilik mentor menulis yang tepat

3.  Look and Feel

Baik secara langsung maupun apa yang kita lihat dan baca di media

4.   Socialized

Berapa banyak pengetahuan, pengalaman dan kisah orang lain yang dapat kita serap?

 

Selanjutnya ada 4 langkah untuk persiapan menulis buku yaitu :

1.      Menggali dan menentukan gagasan/ide

2.      Menentukan Tujuan, Genre, dan Segmen Pembaca

Setelah menentukan gagasan/ide penulis perlu menentukan tujuan menulis, genre yang diikuti serta target segmen pembaca.

3.      Menentukan Topik

4.      Membuat Outline

Merupakan bentuk kerangka tulisan.

            Outline dibuat sederhana dan singkat untuk membantu agar kita tidak kehilangan arah atau     

            melenceng dan tidak focus

Dan yang terkahir adalah mengumpulkan bahan materi untuk disusun menjadi buku. Dan kita harus yakin bahwa buku kita kelak punya pangsa pasar yang bagus

Bu Kanjeng juga menekankan bahwa menulis itu suatu keterampilan yang membutuhkan kesabaran. Sebagai penulis pemula bisa kita awali dari yang mudah dan terus belajar agar naik kelas. Satu hal yang paling penting yaitu untuk menjadi penulis yang andal kita harus punya kemampuan membaca sehingga di benak kita sudah terkumpul memory sebagai bahan untuk ditulis.

 

Setelah menulis naskah apa yang kita lakukan?

Ada 3 poin penting yang harus dikerjakan yaitu

1.      Editing,

2.      Revising

3.      Publishing

 

Bu Kanjeng berpesan, jadikan menulis sebagai passion sehingga konsistensi akan tetap terjaga.  Setiap ide/gagasan yang terlintas harus segera dicatat,lengkapi dan selesaikan sehingga ide tersebut menjadi utuh dan menjadi sebuah buku. Atau ditulis sebagai status di medsos atau di blog. Jika suatu saat ingin dipoles ditambahi referensi dan ide-ide lain sehingga bisa tuntas sebagai tulisan yang indah.

 

Demikian paparan materi dan pesan yang bermakna sangat dalam bagi penulis pemula.

Mulailah menulis dari sekarang..

“Better late than never



 


Resume ke-7 Mengatasi Writer’s Block

  Senin , 18 Oktober 2021 Resume pertemuan ke-7 Nara sumber : Ditta Widya Utami, S.Pd.,Gr. Moderator : Maesaroh Materi : Mengatasi W...