Friday, November 12, 2021

Resume Pertemuan ke-17 Mengenal Penerbit Indie

 

Rabu, 10 November 2021

Resume pertemuan ke-17

Nara sumber :  Mukminin, S.Pd,M.Pd.

Moderator : Aam Nurhasanah 

Tema :   Mengenal Penerbit Indie


Halooo hai teman-teman..

Malam ini tepat di hari Pahlawan, 10 November 2021, Kelas Belajar Menulis memasuki pertemuan ke-17 dan tinggal 3 pertemuan wajib lagi ke depan. Mulai saat ini peserta sudah boleh menyusun naskah resumenya untuk dijadikan buku solo hasil pelatihan. Selanjutnya 10 pertemuan berikutnya merupakan pemberian motivasi sebagai penguatan.

 

Narasumber malam ini adalah Bapak Mukminin,  S.Pd., M.Pd. atau akrab disapa Cak Inin yang juga merupakan pemilik sebuah penerbit indie (independent). Sedangkan bu Aam Nurhasanah bertugas sebagai moderator hingga akhir pertemuan kelas menulis ini yang mengusung tema “Mengenal Penerbit Indie”

 

Bapak Mukminin, S.Pd.,M.Pd. lahir di Jombang, 6 Juli 1965. Sejak 1989 sampai sekarang Beliau masih aktif mengajar di SMP I Kedungpring Lamongan sejak 1989-202.   

 

Memulai menulis buku di usia 55 tahun, Beliau sekarang adalah pemilik penerbit buku indie KAMILA PRESS LAMONGAN. Hobi beliau dalam membaca dan menulis diwujudkan dalam sejumlah buku yang berhasil disusunya, baik itu buku solo, duwet maupun buku bersama yang disusun oleh beberapa penulis. "Jurus Jitu Menjadi Penulis Andal Bersama Pakar" adalah buku solo beliau yang merupakan hasil resume kuliah online bersama Om Jay dan PGRI pada gelombang 8 selama bulan  Maret-Juli 2020. Buku ini laris manis sampai hari ini lhoo.. hebat ya… Oh ya.. buku solo perdana beliau yang berjudul  "55 Pantun Nesehat"  ditulis dalam 3 Minggu sebagai hadiah ulang tahun beliau yang ke 55 th. Waah.. benar benar momentum yang tak terlupakan.

 

Selain itu ada pula buku duwet hasil kolaborasi dengan Noralia Purwa Yunita, M.Pd. yaitu yang berjudul “Kiat Mudah Menulis dan Menerbitkan Buku” terbitan Penerbit Kamila Press Lamongan 2021. Dan 11 buku antologi hasil tulisan bersama dalam kurun waktu  setahun selama masa covid-19 , diantaranya buku Antologi yg diedit Bu Noralia dan diterbitkan di penerbit Kamila press Lamongan yang berjudul Kisah Inspiratif Sang Guru. Luar biasa aktif dan produktif kaann…

 

Selain menulis beliau juga sering menjadi narasumber online di WA grup PGRI asuhan Bapak Wijaya Kusumah, M.Pd., ( Om Jay). Dan menjadi Nara sumber di Pelatihan menulis buku ber-ISBN bersama tim ( Ibu Noralia Purwa Yunita,M.Pd,  Kang Haji Encon Rahman,S.Pd., Bpk Sudomo, S.Pt., Wijaya Kusumah,M.Pd.,  Dan pelatihan ini sudah berjalan 5 gelombang.

 

Membuka sesi inti yaitu pemaparan materi tentang “Mengenal Penerbit Indie”, Cak Inin  menyampaikan bahwa pada zaman melinial ini semua orang bisa menulis dan menerbitkan buku. Baik sebagai pelajar, mahasiswa, pegawai, guru, dosen, maupun wiraswasta. Menulis dan menerbitkan buku itu sebenarnya mudah, tidak serumit yg kita bayangkan. Seorang guru tentunya dapat menulis baik tulisan fiksi maupun karya ilmiah. Para guru yang memiliki banyak kisah dan pengalaman inspiratif tersebut perlu kita tulis dan terbitkan dalam sebuah buku sehingga dapat bermanfaat bagi orang lain/pembaca.

 

Memang benar, untuk bisa terlatih menulis dibutuhkan ketekunan dan perjuangan. Selain itu, diperlukan juga tekad dan motivasi tinggi agar tidak goyah saat menjalani proses menulis.

Berbicara motivasi, ada banyak kata-kata untuk membuat kita agar bisa terus semangat menulis dan termotivasi untuk sukses dalam berkarya, diantaranya:

 

 "Semua orang akan mati kecuali karyanya, maka tulislah sesuatu yang akan membahagiakan dirimu di akhirat kelak". - Ali bin Abi Thalib

 

"Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis". - Imam Al-Ghazali

 

Seseorang yang ingin  bisa menulis dan menerbitkan buku, maka perlu memahami tahapan dalam menerbitkan buku.

Ada 5 tahapan yg harus dilalui dalam proses Cara Menulis dan Menerbitkan Buku yang Tepat.

1. Prawriting

a.. Tahap awal penulis mencari ide apa yang akan ditulis dg peka terhadap sekitar ( Pay attention).

b. Penulis harus kreatif menangkap fenomena yg terjadi di sekitar untuk menjadi tulisan.

c. Penulis banyak membaca buku.

 

2. Drafting

Penulis mulai menulis naskah buku sesuai  yang dengan apa yang dia sukai ( pasion). Boleh menulis artikel, cerpen, puisi, novel dan sebagainya dengan penuh kreatif merangkai kata, menggunakan majas, dan berekpresi untuk menarik pembaca.

 

3. Revisi

Setelah naskah selesai maka kita lakukan revisi naskah. Merevisi tulisan mana yang baik dicantumkan, naskah mana yang perlu dibuang,   naskah mana yg perlu ditambahkan.

4. Editting/ Swasunting

Setelah naskah kita revisi maka masuk tahapan editting. Penulis melakukan pengeditan. Hanya memperbaiki berbagai kesalahan tanda baca, kesalahan pada kalimat. Tahap ini boleh dikatakan sebagai "Swasunting" yaitu menyunting tulisan sendiri sebelum masuk penerbit, untuk menghindari banyak kesalahan. Karena itu seorang penulis dituntut untuk memiliki kemampuan bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai EBBI.

5. Publikasi 

Jika tulisan Anda yg berupa naskah buku sudah yakin maka Anda memasuki tahap Publikasi atau penerbitan  buku.

Pertanyaannya apakah Anda sudah mempunyai pandangan penerbit yang akan menerbitkan buku Anda? Jawabnya adalah pilihlah penerbit Independen ( penerbit Indie) yang kita suka. Sebagai informasi, di dalam grup menulis ini ada 3 penerbit indie yaitu :

✓ Oase

✓ Gemala

✓ YPTD dan

✓ Kamila Press Lamongan.

 

Nah teman-teman…

Sebelum menerbitkan buku, kita sebaiknya melek dulu segala sesuatunya tentang penerbit.

Perlu diketahui bahwa penerbit buku ada macam. Pertama penerbit Mayor dan kedua penerbit Indhie. Apa perbedaanya?  Yuk… kita simak..

1.  Jumlah Cetakan di penerbit mayor.

Penerbit mayor  mencetak bukunya secara masal. Biasanya cetakan pertama sekitar 3000 eksemplar atau minimal 1000 eksemplar untuk dijual di toko-toko buku.

Penerbit indie : hanya mencetak buku apabila ada yang memesan atau cetak berkala yang dikenal dengan POD ( Print on Demand) yang umumnya didistribusikan melalui media online Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, WA grup dll.

 

2.  Pemilihan Naskah yang Diterbitkan

Penerbit mayor :

Naskah harus melewati beberapa tahap prosedur sebelum menerbitkan sebuah naskah. Tentu saja, menyambung dari poin yang pertama, penerbit mayor mencetak bukunya secara masal 1000 - 3000 eksemplar. Mereka ekstra hati-hati dalam memilih naskah yang akan mereka terbitkan dan tidak akan berani mengambil resiko untuk menerbitkan setiap naskah yang mereka terima. Penerbit mayor memiliki syarat yang semakin ketat, harus mengikuti selera pasar, dan tingginya tingkat penolakan.

Penerbit indie :

Tidak menolak naskah. Selama naskah tersebut sebuah karya yang layak diterbitkan; tidak melanggar undang-undang hak cipta karya sendiri, tidak plagiat, serta tidak menyinggung unsur SARA dan pornografi, naskah tersebut pasti kami terbitkan. Penerbit indie adalah alternatif baru bagi para penulis untuk membukukan tulisannya.

 

3.  Profesionalitas

Penerbit mayor :

Penerbit mayor tentu saja profesional dengan banyaknya dukungan SDM di perusahaan besar mereka.

Penerbit indie :

Penerbit indiepun profesional, tapi sering disalah artikan. Banyak sekali anggapan menerbitkan buku di penerbit indie asal-asalan, asal cetak-jadi-jual. Sebagai penulis, harus jeli memilih siapa yang akan jadi penerbit tulisan kita. Jangan tergoda dengan paket penerbitan murah, tapi kualitas masih belum jelas. Mutu dan manajemen pemasaran buku bisa menjadi ukuran penilaian awal sebuah penerbitan. Kadang murah Cover kurang bagus, kertas dalam coklat kasar bukan bookpaper ( kertas coklat halus). Penerbit indie Kamila menjaga mutu Cover bagus cerah mengkilat isi buku kertas cokal halus awet ( bookpapar).

 

4.  Waktu Penerbitan

Penerbit mayor :

Pada umumnya sebuah naskah diterima atau tidaknya akan dikonfirmasi dalam tempo 1-3 bulan. Jika naskah diterima, ada giliran atau waktu terbit yang bisa cepat, tapi ada juga yang sampai bertahun-tahun. Karena penerbit mayor adalah sebuah penerbit besar, banyak sekali alur kerja yang harus mereka lalui. Bersyukur kalau buku bisa cepat didistribusikan di semua toko buku. Namun, jika dalam waktu yang ditentukan penjualan buku tidak sesuai target, maka buku akan dilepas oleh distributor dan ditarik kembali oleh penerbit.

Penerbit indie :

Tentu berbeda karena biasanya penerbit indie akan segera memproses naskah yang diterima dengan cepat. Dalam hitungan minggu buku kita sudah bisa terbit. Karena memang, penerbit indie tidak fokus pada selera pasar yang banyak menuntut ini dan itu. Penerbit indie menerbitkan karya yang penulisnya yakin karya tersebut adalah karya terbaiknya dan layak diterbitkan sehingga penerbit indie tidak memiliki pertimbangan rumit dalam menerbitkan buku.

5.  Royalti

Penerbit mayor :

Kebanyakan penerbit mayor mematok royalti penulis maksimal 10% dari total penjualan. Biasanya dikirim kepada penulis setelah mencapai angka tertentu atau setelah 3-6 bulan penjualan buku.

Penerbit indie :

Umumnya 15-20%  dari harga buku. Dipasarkan dan dijual penulis lewat facebook, Instagram, wa grup, Twitter, status, dan lain-lain.

6. Biaya penerbitan

Penerbit mayor :

Biaya penerbitan gratis. Itulah sebabnya mereka tidak bisa langsung menerbitkan buku begitu saja sekalipun buku tersebut dinilai bagus oleh mereka. Seperti yang sudah disebut di atas, penerbit mayor memiliki pertimbangan dan tuntutan yang banyak untuk menerbitkan sebuah buku karena jika buku tersebut tidak laku terjual, kerugian hanya ada di pihak penerbit.

Penerbit indie :

Berbayar sesuai dengan aturan masing-masing penerbit. Antara penerbit satu dengan yang  lain berbeda. Karena pelayanan dan mutu buku yang diterbitkan tidak sama.

 

Berikut adalah contoh syarat-syarat dan biaya penerbitan dari CV Kamila Press Lamongan yang melayani cetak buku, dengan jasa ISBN,  editing,  Lay out, dan  design cover buku  dengan harga terjangkau.

Syarat-syarat penerbitan di KAMILA PRESS LAMONGAN:

1. Kirimkan naskah lengkap mulai judul, kata pengantar, daftar isi, naskahdaftar isi, daftar pustaka, biodata penulis dg fotonya dan Sinopsis

2. Ketik  A5 ukurannya 14,8 x 21 cm, spasi 1,15 ukuran fon 11 dan margin kanan 2 cm, kiri 2 cm, atas 2 cm dan bawah 2 cm. Gunakan huruf Arial, calibri atau  Cambria dan masukkan dalam 1 file kirim ke WA Mukminin, 081330944498 atau email gusmukminin@gmail.com

 

Rincian biaya cetak buku  TERBARU ( TERJANGKAU) di KAMILA PRESS LAMONGAN

✓ Biaya Cetak buku  A5, kertas "Bookpapar (coklat halus)", termasuk biaya ISBN, Layuot, edit, cover buku:

A. 60 halaman:

#  Cetak 5 buku/ eksp. =  566.000

# Cetak 10 buku/ eksp. =  632.000,

Plus ongkir

 

B. 70 hlm: 

#  Cetak 5 buku = 570.000

# Cetak 10 buku = 650.000,

Plus Ongkir

 

C. 85 hlm :

 # Cetak 5 buku = 580.000

# Cetak 10 buku = 660.000

 

D. 90 hlm:

# Cetak 5 buku = 600.000

# Cetak 10 Buku = 715.000

 

E. 100 hlm:

# Cetak 5 buku = 635.000

# Cetak 10.Buku = 725.000

 

F. 125 hlm:

# Cetak 5 buku = 650.000

# Cetak 10 buku = 751.000

 

G. 150 hlm=

# Cetak 5 buku = 665.000

# Cetak 10 buku = 800.000

 

H. 200 hlm:

# 5 buku = 695.000

# 10 buku = 841.000

 

I. 250 hlm:

# Cetak 5 buku = 725.000

# Cetak 10 buku = 900.000

 

J. 300 hlm:

# Cetak 5 buku = 753.000

# Cetak 10 buku = 957.000

 

#  SETELAH CETAK 10 BUKU DENGAN JUMLAH HALAMAN DAN HARGA TERSEBUT,

Lebihnya dihitung harga cetak ulang :

1.  Cetak buku 60 hlm Harga @ 20.000

2. Cetak buku 70-75  hlm harga  @21.000

3. Cetak buku 100 hlm. Harga @ 23.500

4. Cetak buku 140 hlm harga @ 27.000

5. Cetak buku 150 hlm @ 30.000

6. Cetak buku   250 hlm. Harga @ 40.000

7. Cetak buku  300 hlm. Harga @  45.000

 Berikut beberapa buku yang diterbitkan melalui KAMILA PRESS LAMONGAN


 

Dan masih banyak buku yang antri ISBN dan siap cetak di KAMILA PRESS LAMONGAN, diantaranya  Antologi cerpen karya Siswa SMAN 1 Giri Taruna Bangsa. Wah hebat yang muda yang berkarya.



Nah teman-teman...

Jadi jika kita menerbitkan buku solo melalui penerbit indie maka kita pula lah yang menjualnya. Kuncinya adalah promosi terus di medsos. Royalti dan keuntungan dinikmati sendiri dan bisa menentukan harga jual buku sendiri. Dan yakinlah tulisan yg melibatkan hati maka akan  bertemu dengan hati penulisnya. Itu yang selalui Cak Inin ingat. Alhamdulillah sampai sekarang buku beliau terus laku dan sudah terjual 200 buku.

Cak Inin menambahkan bahwa setiap buku yang masuk penerbit akan segera dibuatkan cover yang menarik sesuai permintaan dan langsung diajukan ISBN ke Perpusnas. Masa menunggu antrian ini sekitar  3-4 Minggu. Tetapi terkadang 5 hari keluar, mungkin itu rizki dari doa penulisnya he he..

Di penghujung pertemuan Cak Inin memberi penguatan dan motivasi dengan memberi keyakinan bahwa bapak ibu peserta bisa menerbitkan buku. Dengan niat yang kuat, sungguh-sungguh, banyak membaca, banyak sharing dengan teman-teman. MANJADDA WA JADDA.

Demikianlah resume pada malam hari ini. Dan Cak Inin menutup pertemuan malam ini dengan sebuah pantun kilat

Bulan purnama dengan kekasih

Atas perhatiannya saya sampaikan terima kasi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  

2 comments:

  1. Good idea... Semangat terus miss jeany

    ReplyDelete
  2. wahhh, pengetahuan baru nih,, ternyata seluk beluk perbukuan seru ya... ayo miss semangat terus, pasti bisaaaa

    ReplyDelete

Resume ke-7 Mengatasi Writer’s Block

  Senin , 18 Oktober 2021 Resume pertemuan ke-7 Nara sumber : Ditta Widya Utami, S.Pd.,Gr. Moderator : Maesaroh Materi : Mengatasi W...