Rabu,
6 Oktober 2021
Resume
pertemuan ke-2
Nara
sumber : Ibu Maesaroh, M.Pd
Moderator
: Ibu Aam Nurhasanah
Materi
: Trik Cepat Menulis Resume di grup
Pelatihan BelajarMenulis
bersama PGRI malam ini memasuki pertemuan ke-2.
Mengusung “Tema Trik
Cepat Menulis Resume di Blog”, Narasumber malam ini adalah Ibu Maesaroh, M.Pd.
Ibu Aam Nurhasanah
sebagai moderator membuka kelas dengan menyapa hangat seluruh peserta. Rangkaian
kata pembuka terasa bagai energi yang mengawal para peserta untuk “stay on
focus” dalam pembelajaran yang menyenangkan.
Di awal acara bu Aam
memperkenalkan profil dari Ibu Maesaroh,. M.Pd. Beliau terkenal dengan sebutan
Bu May, Sang Blogger Millenial, ketua kelas gelombang 18 yang mempelopori
lahirnya Tim Formula One (F1) karena selalu membuat resume nomer 1 selama mengikuti
kelas belajar menulis.
Ibu Maesaroh, M.Pd. berasal
dari Lebak Banten dan mengajar Bahasa Inggris di SMPN 1 Lebakgedong. Lulus
sarjana pada tahun 2013 STKIP Setiabudhi Rangkasbitung Fakultas Keguruan dan
Ilmu Pendidikan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Kemudian kembali
melanjutkan Pendidiikan Magister di Universitas Indraprasta PGRI Jakarta,
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program Study Pendidikan Bahasa Inggris
pada tahun 2018, dan selesai menempuh gelar Magister Pendidikan Bahasa Inggris
pada tahun 2020.
Karyanya selain buku solo dan antologi, beliau juga berhasil menerbitkan buku Duo Litersi Digital untuk Abad 21 bersama Prof. Eko Indrajit. Buku Solonya yang berjudul Episode 1 Januari 2020 dalam Kenangan mengisahkan perjuangannya dalam merawat ibunda tercinta selama sakit yang benar-benar mengharu biru.
Memasuki sesi pemaparan materi Ibu Maesaroh mengatakan bahwa menulis resume di Blog bagi sebagian peserta di kelas menulis mungkin bukan hal yang baru. Tapi untuk sebagian yang lain bisa jadi sesuatu yang baru.
Narasumber berpendapat
bahwa sebagai seorang bloger pemula kita perlu mengenalkan aroma tulisan kita
pada khalayak ramai. Beliau juga selalu memiliki mind set, apabila kita
menempatkan tulisan kita di urutan teratas, besar kemungkinan kita akan
memiliki pengunjung paling banyak
Hal tersebut terbukti
dari pengalamannya, ketika berada di gelombang 18. Resume perdana beliau pada pertemuan pertama ada di nomor 1, dan hal
itu menarik minat seluruh peserta di WAG Menulis untuk berselancar di blog
saya. Sehingga dalam waktu 24 jam, blognya berhasil di kunjungi oleh 220
viewers dengan 54 komentar positif. Hal ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri
bagi seorang bloger pemula yang meluncurkan tulisan perdananya.
Keadaan tersebut menjadi motivasi
untuk meluncurkan tulisan kedua dan seterusnya. Artinya jika kita serius ingin
belajar, maka kita harus serius dengan mempersiapkan banyak hal. Salah satunya
dengan menyiapkan 2 alat piranti digital yaitu Hp dan Laptop. Hp digunakan
untuk menyimak materi, laptop digunakan untuk membuat resume.
Lebih jauh Narasumber
mengatakan bahwa untuk menjadi penulis yang handal, kita harus mengatur pola
pikir kita. Tujuan utama seorang penulis tentunya ingin agar tulisannya ada
yang membaca.
Memang tidaklah mudah
membuat banyak orang tertarik dengan dunia literasi. Terkadang banyak tulisan
yang berserak di WAG, namun ada yang membaca dan banyak pula yang mengabaikan. Oleh
karena itu, seorang penulis harus memiliki karakter, karena terkadang ada saja
yang mau membaca tulisan bergantung pada siapa penulisnya.
Dalam kelompok Belajar
ini kita semua adalah penulis. Tak jarang pula jika semua dari kita saling
membaca tulisan satu sama lain. Berbeda ketika ada seorang penulis yang sudah
terkenal seperti Tere Liye misalnya, tanpa beliau suruh, kita pasti mencari
Tulisannya. Itulah sebabnya mengapa kita harus memiliki karakter dalam menulis
atau kekhasan dalam bahasa tulisan.
Ketika seseorang memiliki
gaya khas akan membuat pembacanya menanti-nanti tulisan berikutnya. Kita harus memikat pembaca
terkesan di tulisan pertama, layaknya jatuh cinta pada pandangan pertama. Kata-kata
manis dalam tulisan juga penting untuk menambah bumbu dalam tulisan kita.
Berikut adalah trik cepat
menulis resume yang dilakukan oleh Ibu Mydearly yang terdiri dari beberapa
langkah yaitu :
1. Biasakan diri duduk 10
menit di depan laptop sebelum materi dimulai
2. Selama duduk 10 menit
tersebut rangkailah paragraf pembuka yang selalu dikemas dengan bahasa yang
puitis. Serta menulis paragraf penutup dengan menyisipkan kalimat-kalimat motivasi.
3. Tulis resume dengan
paragraf yang pendek-pendek. Pembaca blog cenderung bosan membaca paragraf
yang lama selesai, dengan membuat
paragraf pendek, tulisan kita mudah difahami dan disimpulkan.
4. Menulis pernyataan Narasumber dengan gaya bahasa Parafrase, atau bisa saja mengadopsi semua bahasa narasumber dengan memberikan tanda kutip. Pak A mengatakan "...."
Narasumber mengingatkan kembali untuk menulis dengan gaya kita. Jangan menulis dengan mengejar hadiah, karena setiap tulisan akan menemukan penggemarnya. Jika terasa sulit kuncinya hanya menulis dan teruslah menulis semakin sering semakin terampil, menulislah dengan kekhasan, sampai orang mencari tulisanmu.
Hal yang paling sering
didapati dari tiap gelombang belajar adalah temuan plagiarisme. Di setiap
gelombang selalu ada saja peserta yang menduplikasi tulisan temannya. Hal ini
tidak baik, karena dapat melemahkan mental peserta lainnya
Sebagai penulis pemula,
memang bukan hal yang mudah untuk menumbuhkan sikap percaya diri.
Dan untuk menjadi penulis
handal, Ibu Maydearly menyarankan kita harus memupuk mental baja dalam menulis
dengan cara:
1. Tanamkan sikap percaya
diri. Jangan merasa malu, karena tulisan yang kita anggap jelek akan menjadi
luarbiasa bagi mereka yang tidak pernah belajar menulis.
2. Siap dengan segala
kritikan. Meskipun terkadang budaya memuji lebih banyak dari budaya mengkritik,
namun pujian itu harus membuat kita semakin memperbaiki tulisan.
4. Bangunlah tulisan di
berbagai Blog.
Hal ini amat perlu karena
terkadang orang akan bosan melihat penampilan kita yang itu-itu saja. Ibarat
memakai baju, tentu orang akan bosan jika baju yang kita pakai hanya warna
hijau saja. Itulah sebabnya tulisan harus warna lain, salah satunya tulisan kita pada blog lainnya.
Menulis di berbagai blog
juga menanamkan mental penulis yang mudah beradaptasi dan tak segan memberi
perubahan.
Seperti Ibu Maydearly membangun
4 rumah di blog yaitu :
1. Rumah di
Kompasiana berisi tulisan edukatif https://www.kompasiana.com/maesaroh29969/60eb021606310e020a114532/literasi-digital-untuk-generasi-baby-boomers
2. Rumah di YPTD berisi
tulisan fiksi dan faksi
https://terbitkanbukugratis.id/maesaroh/07/2021/sang-bunga-surga/
3. Rumah di Blogspot
digunakan untuk sarana mengajar
https://maydearly.blogspot.com/2021/07/pengenalan-gerakan-literasi-di-masa.html
4. Rumah di detik.com
berisi tulisan informatif.
5. Rumah di blog
Lagerunal https://lagerunal.blogspot.com/2021/10/takdir-cinta.html
Berawal dari seorang
pembaca novel, kemudian berlari menjadi penulis diary, dan berpindah menjadi
seorang penulis karya ilmiah membuat Ibu Maydearly semakin terampil menulis
dengan berbagai warna. Semua keterampilan itu tak didapatkan dalam sehari,
sedari SMP beliau sudah suka menulis, dan ketika S1, beliau membuka proyek
membuat makalah. Itulah sebabnya menulis blog bagi Ibu Maydearly adalah
keterampilan yang sudah terasah.
Ibu Mayderaly juga
mengingatkan agar kita jangan tak mampu menulis dengan baik.
Kelas Belajar Menulis ini
membidik semua peserta dari Zero to Expert, dengan satu kunci ajaib Konsisten
Inti yang paling penting
adalah siap memberi perubahan.
Lakukan dengan senang
hati, jangan kecewa atas suatu kegagalan. Jangan menyerah dengan mengatakan
Saya tak sanggup, saya tak bisa tapi cobalah. Karena dengan mencoba kita akan
merasakan sensasi semangat yang luar biasa.
Demikianlah materi pada pertemuan kali ini.
Dan Ibu Maydearly menutup
dengan penggalan ayat motivasi
"Jadilah manusia cerdas yang siap menerima
perubahan".
"Bait Ilmu yang dikemas dalam tulisan, akan menciptakan taman pengetahuan yang paling menawan" (Maydearly)
No comments:
Post a Comment