Friday, December 10, 2021

Resume pertemuan ke-30 Mengelola Taman Bacaan

 

Jum’at, 10 November 2021

Resume pertemuan ke-30

Nara sumber :  Bambang Purwanto (Mr. Bams)

Moderator :  Ms Phia

Materi :  Mengelola Taman Bacaan

 

            

Belajar bersama agar hidup ini semakin berwarna. Warna kehidupan yang indah karena kita isi untuk belajar. Belajar yang menghasilkan karya. Berkarya agar bisa berbagi, maka belajar, berkarya dan berbagi akan menjadi kekuatan untuk berbakti. (Mr. Bams, 2021).

 

Assalamuaikum Wr. Wb. Selamat Malam, Good Evening, Gütten Nacht

Ladies & Gents of future famous writers from all over Indonesia!

Seperti itulah Ms Phia Bilingual Blogger membuka Kelas pertemuan materi ke -30.

 

Pertemuan Pamungkas untuk Program Belajar Menulis Bersama PGRI dan Om Jay di gelombang 21 & 22 ini. Tidak terasa hampir selama tiga bulan sudah kita bersama - sama belajar menulis dengan para narasumber yang super hebat disini.

 

Ms Phia memperkenalkan Narasumber kita malam ini adalah   Seorang Penulis handal, pendongeng keren, pendiri Sebuah Taman Bacaan dengan Prestasi yang membahana. Beliau adalah   Bapak Bambang Purwanto atau yang kita kenal dengan Mr Bams.  Beliau juga mempunyai nama panggilan “Ayah Salwa”

 

Sejak 2008-sekarang Bapak Bambang Purwanto bekerja sebagai Guru TIK / Informatika SMP Taruna Bakti dan Ketua Tim Literasi (2019-sekarang). Kepiawaiannya mengelola dunia literasi mengantarkan SMP Taruna Bakti memperoleh prestasi sebagai Sekolah Literasi Kategori Utama Penghargaan dari Dinas Pendidikan Kota Bandung. Mr Bams juga dikenal sebagai penulis aktif dan MC / Host berbagai kegiatan, seminar dan Webinar.

 

Sobat baca,

Tema hari ini yaitu Mengelola Taman Bacaan.

Sebuah Tema yang menarik bukan?

Untuk lebih jelasnya mari kita pelajari dari pengalaman Mr Bams mengelola Taman Baca.

 

Mr. Bams mendirikan Taman Bacaan Masyarakat (TBM)   atas inisiatif sendiri, bukan karena bentukan dari pemerintah. Inilah yang membuat TBM merdeka hidup sampai sekarang. Saat 5 Oktober 2021 kemarin, TBM AS Lebakwangi genap satu dekade alias 10 tahun.

 

Mengapa namanya TBM AS Lebakwangi ?

AS itu singkatan Ayah Salwa. Ayah Salwa nama panggung di dunia dongeng dan anak-anak. Ayah Salwa digunakan sejak tahun 2003 saat Mr. Bams senang mendongeng. Bahkan dongeng pernah menjadi sebuah profesi dalam kehidupan Mr. Bams.

 

Ya, gegara dongeng bisa membuat taman baca.

Rumah mungil ukuran 21 menjadi awal adanya taman bacaan ini. Rumah yang dihuni oleh Mr. Bams sekeluarga sejak tahun 2007, mulai 5 Oktober 20211 dijadikan tempat bersama untuk taman bacaan.

 

Mengawali dengan buku koleksi pribadi sekitar 200san, Mr. Bams mengumpulkannya yang kemudian menjadi modal untuk taman bacaan. Mr. Bams beserta istri dan anak mengajak anak-anak terdekat untuk datang ke rumah. Promosinya dengan ajakan “Mendengarkan Dongeng Ayah Salwa”

 

Strateginya dimulai dengan memajang buku-buku   sebelum  “Ayah Salwa”  mendongeng. Anak anak memang lebih tertarik dengan dongeng. Akan tetapi saat buku-buku dipajang di teras rumah, mereka akhirnya mulai tertarik.

 

Rumah kecil tanpa pagar, teras halaman menjadi tempat parkirnya buku di sebuah rak menjadi magnet anak-anak untuk datang. Dua puluh majalah bobo, dua puluh buku cerita “Ayah Salwa”    simpan di rak yang sudah disiapkan di depan teras.

 

Saat Mr. Bams dan istri pergi bekerja, rumah tanpa pagar menjadi tempat yang merdeka bagi anak-anak disekitar rumah untuk membaca buku. Tak jarang saat mereka pulang teras dan halaman rumah penuh anak-anak. Tak sadar pula  anak-anak itu telah menjadi tenaga keamanan tanpa dibayar.

 

Taman Baca ini dari hari ke hari semakin berkembang dengan berbagai kegiatan. Bila berselancar di mesin google, dengan kata kunci TBM AS LEBAKWANGI maka terlihat beragam kegiatan dan peristiwa yang terekam.

Sungguh menginspirasi dan membanggakan ya…

                   

Sobat baca, rasanya kita jadi ingin lebih tahu tentang manfaat Taman Baca.

Apa saja yang harus disiapkan saat mau mendirikan Taman Baca ?

Mr Bams membaginya ke dalam 6 langkah, yaitu :

1. Niat

Perkuat niat kita, bahwa mendirikan Taman Bacaan bukan karena ingin mendapat bantuan, bukan karena ingin populer. Tapi jadikan sebuah karya yang bermanfaat, mengajak masyarakat gemar membaca.

2. Ngobrol bareng Keluarga

Sebelum mendirikan ngobrolah bersama keluarga, jelaskan maksud dan tujuan mendirikan Taman baca ini

3. Kumpulkan Buku

Mulailah mengumpulkan buku yang ada di rumah, untuk bahan bacaan awal. Jangan dulu nunggu banyak. Buku bisa datang sendiri. Ngak percaya, coba. Ajaib bin ajaib.  

4. Ijin tetangga

Ngobrol juga sama tetangga kalau di rumah kita akan ada taman bacaan.

5. Undang Anak-anak

Ajak anak-anak ke rumah agar mau datang, misalnya lakukan kegiatan yang anak-anak suka. Misalnya mewarnai, menggambar atau nonton bareng. Kemudian kenalkan bahwa disini ada taman bacaan

6. Gunakan FB, IG atau Blog

Manfaatkan media sosial untuk untuk meyebarkan aktivitas yang dilakukan.

 

Itulah 6 langkah yang dilakukan Mr Bams dalam mendirikan Taman Baca.

Syukur Alhamdulillah pada tahun 2012 TBM yang asalnya bareng tempat tinggal sudah bisa mandiri. “Ayah Salwa” mendapat rejeki rumah yang baru dan tidak jauh dari TBM AS Lebakwangi yang hanya terhalang 3 rumah.

Ajaib, rumah dibuat taman bacaan, bakal dapat rumah lagi.

Percaya atau tidak ?   Itulah kuasa Allah.  

Silahkan dicoba, dan tetap bersabar.

 

Oh ya ..  TBM AS Lebakwangi punya segudang prestasi yang telah dicapai, diantaranya :

1. Juara 1 TBM SE Kab Bandung , 2013

2. Juara 2 TBM SE Jawa Barat, 2013

3. Juara 1 TBM SE Kab Bandung, 2014

4. Juara 1 TBM SE Jawa Barat

5. Sabilulungan Awar Bupati Kab Bandung 2018

6. Juara 1 TBM Teladan SE Kab Bandung, 2019

 

Mr. Bams alias Ayah Salwa juga pernah menjadi Ketua Forum TBM SE Kabupaten Bandung 2013-2017

Saat TBM sudah memiliki bangunan sendiri, TBM buka tiap hari.  

Buku sepanjang sejarah TBM kalau dihitung sudah mencapai 6000 buku. Buku-buku ini juga ada yang tebarkan kepada TBM/komunitas lain.

 

 Program  TBM AS Lebakwangi diantaranya:

1. Senin Menggambar

2. Selasa Mewarnai

3. Rabu Nyunda

4. Kamis Membaca Nyaring

5. Jumat Membuat Puisi

6. Sabtu/Minggu Dongeng

Selain itu  ada kelas komputer dan internet. Internet tidak hanya untuk anak-anak.

 

Sering juga ada kelas pelatihan :

1. Motivasi

2. Komputer

3. Kerajinan

4. Menulis

5. Memasak

6. Barang bekas

 

Wah luar biasa ya..

Kegiatannya sangat menarik dan beragam.

 

Menurut  Mr Bams   membangkitkan membaca memang tidak mudah, harus ada teladan baik di sekolah maupun di rumah. Mendongeng pun sama , mendongenglah dengan sebebas bebasnya penuh cinta dan kasih sayang. Ajak anak-anak ngobrol untuk memahami dan mengerti dari manfaat membaca. Jadikan mereka merasa butuh.Selama kita lakukan dengan penuh kasih saya in syaa Allah pasti ada hasilnya

 

Hindari   memberikan label anak tidak suka membaca, karena bisa jadi akhirnya anak tersebut benar-benar tidak suka baca. Cari terus jalan agar mereka menyenangi membaca. Ajak ngobrol,ajak main dan ajak kegiatan yang mereka sukai.

 

Dalam mengelola Taman Baca terkadang buku hilang itu biasa, tapi buku yang datang juga tak disangka. Bila niatnya sudah lurus, kita tak akan pernah merasa kecewa karena buku hilang. Semoga bukunya menjadi kebaikan karena dibaca. Yakinlah selalu ada pengganti buku yang robek dan hilang. Penggantinya bisa dalam bentuk apa saja,  

 

Sobat Baca,

Cakap digital menjadi program yang sekarang sedang digalakkan. Tidak hanya guru dan siswa yang harus terus belajar. Tapi semuanya, orang tua harus bisa semakin paham bagaimana kondisi sekarang. Kekuatan pendidik di keluarga, masyarakat, sekolah dan pemerintah menjadi suatu yang tidak dipisahkan.

 

Mr Bams menambahkan, bila kita membuka kebaikan dengan apa yang bisa lakukan, maka lakukan. Mr Bams dengan membuat taman bacaan banyak mendukung profesi dan pengalamannya. Saat diminta menjadi Koordinator Literasi, SMP Taruna Bakti Bandung berhasil menjadi juara 1 Sekolah Literasi Kota Bandung tahun 2019. Mr Bams pun banyak meraih prestasi di bidang Literasi untuk wilayah Kota Bandung dan Provinsi Jawa Barat. Bahkan amanah di berbagai organisasi pun terus bertambah. Terakhir sebagai Pengurus Gerakan Pemasyarakan Minta Baca (GPMB) Kab Bandung, dilantik oleh Wakil Bupati Bandung

 

Suka dan duka dialami Mr Bams selama mengelola Taman Baca.

Sukanya sekarang rumah bertambah, buku makin banyak, bisa berbagi, bisa naik pesawat gratis, bisa kenal dengan pejabat, banyak kenalan komunitas, semakin mau untuk belajar

Dukanya, merasa kurang waktu untuk mengelola dengan maksimal

 

Demikianlah pengalaman yang dapat dibagikan oleh Mr Bams sepanjang mendirikan dan mengelola Taman Baca.

 

Moderator Ms Phia mengakhiri pertemuan kali ini dengan membagikan Closing Statement :

 

Nikmati sebuah perjalanan hidup untuk terus belajar. Dengan belajar maka harus bisa berkarya . Karyalah yang akan membuat kita harus dan mau berbagi. Belajar, berkarya, berbagi harus jadi kekuatan untuk berbakti. Jadilah guru mulia, agar bisa dikenang dengan karya. Karya yang akan dikenang sepanjang jaman. (Mr Bams, 2021)

 

Salam Literasi..

Salam Super Seterusnya…

 


   

  


 

 

No comments:

Post a Comment

Resume ke-7 Mengatasi Writer’s Block

  Senin , 18 Oktober 2021 Resume pertemuan ke-7 Nara sumber : Ditta Widya Utami, S.Pd.,Gr. Moderator : Maesaroh Materi : Mengatasi W...