Wednesday, December 8, 2021

Resume Pertemuan Ke-14 Menulis Buku Terbaik Perpusnas

 

Rabu, 03 November 2021

Resume pertemuan ke-14

Nara sumber :  Mudafiatun Isriyah

Moderator : Aam Nurahasanah

Tema : Menulis Buku Terbaik Perpusnas


Bu Aam Nurhasanah sebagai moderator membuka kelas belajar menulis malam ini yang memasuki pertemuan ke-14 dengan memperkenalkan narasumber yang luar biasa. Beliau adalah Dr (c) Mudafiatun Isriyah, M.Pd. yang merupakan dosen dan pengajar di FIP prodi BK Unipar Jember.

 

Dr Mudafiatun Isriyah yang asli Lumajang ini lebih dikenal dengan sebutan ‘Bunda Muda’. Beliau merupakan alumni BM 4, peraih penulis buku terbaik perpusnas, dan bukunya kolaborasi dengan Prof. Ekoji dalam tantangan menulis buku satu minggu. Buku ini berhasil lolos seleksi penerbit mayor dan mendulang kesuksesan. Hadiahnyapun tidak main-main, untuk prestasi juara 1 beliau berhasil membawa pulang uang Rp. 20 juta. Wow, luar biasa sedap bukan?.

 

Pada pertemuan ini beliau akan berbagi pengalaman dalam “Menulis Buku Terbaik Nasional’ sekaligus tipsnya buat teman-teman pejuang literasi.

Teman-teman, pengalaman beliau dalam "Menulis Buku Terbaik Nasional" ini diawali dari belajar menulis di Grup Menulis Gel 4 , dari Guru Kita semua yaitu sang Blogger nasional Om Jay. Langkah demi langkah untuk menulis beliau ikuti seperti yang ditunjukkan oleh Om Jay.

 

Apa menulis itu?

Menulis merupakan keterampilan untuk menuangkan ide dan gagasan secara tertulis

Menulis kreatif dapat didefinisikan sebagai proses menulis yang bertumpu pada pengembangan daya cipta dan ekspresi pribadi dalam bentuk tulisan yang baik dan menarik.

 

Bagaimana cara membuat Teks deskripsi dari awal?                                        

Cara Membuat Teks Deskripsi dari Awal ada beberapa tahap yaitu :

1.      Memilih dan menentukan objek yang akan dibahas.

2.      Menentukan maksud dan tujuan dalam penulisan teks deskripsi.

3.      Mengumpulkan sumber data dan informasi yang dapat membantu menggambarkan objek secara terperinci.

4.      Menyusun kerangka karangan dari data dan informasi yang sudah diperoleh.

5.      Menulis biasa dilakukan pada media berbentuk kertas dengan menggunakan alat-alat seperti pena atau pensil.

 

Tahukah teman ? Pada awal sejarahnya, menulis dilakukan dengan menggunakan gambar, contohnya tulisan hieroglif pada zaman Mesir Kuno.Tulisan dengan aksara muncul sekitar 5.000 tahun lalu. Banyak orang dari Sumeria (Irak) menciptakan tanda-tanda pada tanah liat. Tanda-tanda tersebut mewakili bunyi, berbeda dengan huruf-huruf hieroglif yang mewakili kata-kata atau benda.

 

Kegiatan menulis berkembang pesat sejak diciptakannya teknik percetakan, yang menyebabkan orang makin giat menulis karena karya tulis mereka mudah diterbitkan.

Seiring dengan perkembangan teknologi dan media, kegiatan menulis juga ikut berkembang pesat di dunia. Melalui media elektronik, setiap orang dapat memperoleh bahan penulisan dari internet. Hal ini membuat penulis menjadi lebih efisien dalam memanfaatkan waktu, biaya, dan tenaga untuk menulis. Saat ini penulis juga bisa berbagi semua tulisannya di manapun ia berada dengan menggunakan teknologi berbasis internet. Begitu juga dengan para pembaca, akan lebih mudah untuk melihat tulisan-tulisan penulis yang digemarinya.

 

Unsur-unsur Menulis yang perlu diperhatikan:

Kegiatan menulis menghasilkan tulisan yang mempunyai empat unsur yaitu gagasan, tuturan, tatanan, dan wahana.

Gagasan merupakan topik yang dimiliki oleh sebuah tulisan. Sebuah topik berkaitan dengan pengalaman masa lalu atau pengetahuan yang dimiliki oleh penulis. Topik disajikan dalam kegiatan menulis dalam bentuk pendapat, pengalaman atau pengetahuan.

Tuturan merupakan gagasan yang dapat dimengerti oleh pembaca tulisan. Jenis tuturan umumnya terbagi menjadi deskripsi, persuasi, narasi, argumentasi dan eksposisi.

Tatanan merupakan kaidah yang harus dipenuhi ketika gagasan diungkapkan selama kegiatan menulis. Penulis harus menulis sesuai dengan tatanan yang berlaku dalam suatu tulisan.

Wahana merupakan alat pendukung dalam menyampaikan gagasan dalam menulis.Wahana dapat berbentuk gramatika, kosakata dan retorika. Banyaknya wahana yang digunakan selama kegiatan menulis bergantung kepada tingkat penguasaan makna dan jumlah kata yang diketahui oleh penulis

 

Selanjutnya beliau menguraikan tentang tujuan menulis.

Menulis secara umum memiliki tujuan untuk memberikan arahan, menjelaskan, menceritakan, meringkas dan meyakinkan pembaca melalui isi tulisan. Pembaca dapat memperoleh arahan mengenai sesuatu melalui tulisan dalam bentuk pedoman, petunjuk atau informasi. Menulis dengan tujuan menjelaskan bermakna bahwa tulisan memberikan suatu informasi yang perlu diketahui oleh pembaca. Menulis juga dimaksudkan untuk menceritakan suatu kejadian yang pernah terjadi dalam bentuk informasi. Sementara itu, menulis untuk meringkas berarti bahwa menulis dapat dilakukan untuk mempersingkat isi tulisan yang telah ada menjadi lebih ringkas tanpa menghilangkan gagasan yang ada di dalamnya. Sedangkan menulis untuk meyakinkan pembaca berarti tulisan dibuat untuk membuat pembaca menyetujui atau sependapat dengan gagasan yang tertulis

 

Selain Tujuan yang perlu kita ketahui yaitu tingkatan dalam menulis.

Setiap penulis memiliki kemampuan menulis yang berbeda-beda. Perbedaan ini umumnya dipengaruhi oleh latar belakang kehidupan dari penulis atau kemampuan dan kebutuhan dari pembaca tulisan

 

Bagaimana menurut tingkat keseriusannya?

Berdasarkan tingkat keseriusannya, menulis dibedakan menjadi menulis serius dan menulis santai. Kegiatan menulis serius merupakan kegiatan menulis yang memerlukan tingkat kecermatan yang tinggi disertai dengan tingkat konsentrasi yang tinggi. Salah satu contohnya adalah menulis karangan. Sebaliknya, kegiatan menulis santai merupakan kegiatan menulis yang hanya membuat tulisan sekadarnya saja dan tidak diperlukan konsentrasi yang tinggi. Contohnya adalah menulis pesan singkat

 

Faktor-faktor penghambatnya dalam menulis

Kegiatan menulis umumnya terhambat akibat adanya keraguan penulis terhadap tulisan yang ditulisnya. Bentuk keraguan menulis ini terbagi menjadi kecemasan terhadap tulisan yang dihasilkan, kehabisan gagasan dan ketakutan akibat persaingan ide dengan penulis lainnya. Kecemasan terhadap tulisan yang dihasilkan terbagi lagi menjadi kecemasan mengenai kelayakan tulisannya dalam sudut pandang pembaca serta kesesuaiannya dengan selera pembaca. Sementara itu, kehabisan gagasan umumnya terjadi akibat stres kerja yang diakibatkan oleh sedikitnya kegiatan rekreasi yang dilakukan oleh penulis. Penyebab keraguan-keraguan ini umumnya adalah pemikiran-pemikiran yang tidak rasional dan berlebihan

 

Narasumber berharap sudah tidak keraguan lagi bagi peserta untuk menulis, karena setiap pertemuan sudah melatih menulis resume. Terbuktinya oleh narasumber yang awalnya tidak bisa menulis, tetapi karena ma uterus belajar dibimbing Om Jay bersama TIM  maka keraguan itu sirna sampai akhirnya menjadi pemenang terbaik 1 kategori Pendidikan Jarak Jauh

 

Selain skill yang harus di latih, ada hal yang perlu kita ketahui, yaitu NOVELTY

Apa itu Novelty?

Novelty adalah unsur kebaruan atau temuan dari sebuah penelitian. Penelitian dikatakan baik jika menemukan unsur temuan baru sehingga memiliki kontribusi baik bagi keilmuan maupun bagi kehidupan. Dalam bahasa sederhana novelty diartikan sebagai tindakan yang tidah boleh copas tulisan teman alias proses plagiasi. Karenanya ‘temuan”  yg kita miliki harus segera diluncurkan dalam bentuk tulisan dan segera terbitkan untuk menjadi buku

 

Novelty dari buku Bunda Muda adalah Social Presence yaitu kehadiran di dunia maya, dan melakukan interaksi adalah bagian dari social presence.

   

Sebagai contoh dari social presence pada pertemuan ini, moderator menanyakan bagaimana cara membuat resume yang baik dan tidak copy paste tulisan teman? Dikarenakan  ada seseorang yang curhat kepada moderator jika tulisannya dibajak dari awal sampai akhir.  

   

Kemudian narasumber menjelaskan cara membuat resume yang benar adalah dengan cara membaca kalimat per paragraf, simpan dalam otak lalu tuangkan dalam tulisan, sehingga hasilnya tulisan kita sudah berbeda dengan tulisan aslinya, tetapi tetap mengandung makna yg sama.

Artinya resume tidak sama dengan copas.

   

Bagaimana tips menaklukan challenge menulis satu minggu?

Apa saja strategi yang digunakan?

Strategi utama adalah banyak membaca literatur, kemudian perhatikan di sekitar kita apa kira-kira yang menjadi fenomena saat ini. Jika sudah tertangkap fenomenanya baru kita cari Novelty. Waktu 7 hari kita bagi menjadi 7 Bab, lalu buat kerangka nya , apa saja yang akan ditulis. Selanjutnya 1 hari 1 bab, 7 hari 7 bab, tentunya tidak lengkap, hanya kerangka tulisan saja. Intinya banyak cari referensi dan satu hari satu bab.

 

Itulah intisari dari materi pertemuan malam ini.

 

Selanjutnya ada beberapa poin yang dapat dirangkum dari sesi tanyajawab diantaranya :

1.      Kendala tantangan 7 hari menulis menuntut kondisi badan yang harus selalu sehat. Ketenangan keluarga dan tugas-tugas diselesaikan dulu. Sedangkan kendala secara teori hanya pada memilah milah buku yang benar-benar sesuai dengan fenomena saat ini. Jika kebetulan buku nya banyak yg E-Book, kita tinggal browsing saja dan baca di laptop. Buatlah target sehari selesai1 babwalau hanya ketik2 2 lembar saja, nanti diselesaikan ketika judul kita di terima oleh penerbit

 

2.      Untuk mendapatkan kepercayaan sekelas Penerbit Andi adalah harus banyak tulisan yang sudah dipublish, jadi penerbit Andi akan menelusuri nama kita melalui jejak digital kita. Intinya harus banyak menulis. Langkah awal terdekat yang paling mudah adalah mengikuti grup Januari Berseri, pasti terbit di penerbit Mayor bersama Ekoji Channel. Jangan takut mencoba karena siapa tahu naskah kita lolos dan tembus penerbit mayor PT Andi.

 

3.      Cara mengikat tema agar tulisan kita tetap nyambung adalah dengan membuat kerangka atau outline dan jangan keluar dari kerangka tersebut jika ingin tulisan kita cepat selesai. Jika terganggu berhentilah sejenak, lalu bangun kembali Behavioral Intentionnya kembali.

Behavioral Intention adalah perilaku menata hati atau membangun niat itu kembali, niat awal harus tawadhu' jangan mudah pindah ke lain hati.

 

4.      Penulisan daftar pustaka untuk referensi yang kita ambil dari e-book menggunakan Mendeley,  

 

Demikianlah keseluruhan pembelajaran kali ini.

 Sebelum menutup memberikan pesan :

“Lakukanlah menulis dengan konsisten karena menulis ini adal skill yang harus di jaga dan tingkatkan. Menulis juga tergantung dari olahan hati (behaviral intention) maka doronglah hati, pasang niat yang utuh, jangan berhenti sebelum tuntas, komitmen menulis tetep di jaga, jika semua ini ada dalam pikiran maka buku anda siap terbit di Penerbit Mayor, tetaplah semangat rajin2lah meresum, dan jgn lupa sselalau hadir untuk mengikuti kelas menulis di gelombang ini. Salam Literasi.”

   

No comments:

Post a Comment

Resume ke-7 Mengatasi Writer’s Block

  Senin , 18 Oktober 2021 Resume pertemuan ke-7 Nara sumber : Ditta Widya Utami, S.Pd.,Gr. Moderator : Maesaroh Materi : Mengatasi W...