Thursday, December 9, 2021

ResumePertemuan Ke-16 Langkah Menyusun Buku Secara Sistematis

 Senin, 08 November 2021

Resume pertemuan ke-16

Nara sumber :  Yulius Roma Patandean

Moderator :  Dail Ma’ruf

Tema : Langkah Menyusun Buku Secara Sistematis




 Memulai pertemuan dengan doa, begitu ajakan pembuka dari moderator bapak Dail Ma’ruf.

Memulai dengan niat baik untuk belajar, menyimak menggunakan pancaindera mata dan telinga.

Dihayati lalu dibagikan.

 

Sahabat pembaca, ‘Langkah menyusun Buku Secara Sistematis’ adalah tema pertemuan kita kali ini yang akan disampaikan oleh bapak Yulius Roma Patandean, S.Pd. sebagai nara sumber.

 

Lahir di Salubarani, Gandangbatu Sillanan, Kabupaten Tana Toraja, 6 Juli 1984. Bapak Yulius Roma Patandean, S.Pd. menyelesaikan pendidikan S1 Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Kristen Indonesia Toraja (2003-2007) dan pendidikan S2 di Institut Agama Kristen Negeri Toraja (2019-2021). 

Pada tahun 2007-2015 beliau mengajar di SMAN 9 Tana Toraja. Tahun 2009 menjadi guru PNS dan mengajar di SMAN 3 Tana Toraja hingga tahun 2015. Tahun 2015-sekarang sebagai guru Bahasa Inggris di SMAN 5 Tana Toraja. Ia pernah menjadi pengajar tidak tetap di Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Indonesia Toraja, Tutor Universitas Terbuka dan Fasilitator Belajar Yayasan Trampil Indonesia. 

Prestasi yang pernah diraihnya adalah Pemenang Ketiga Lomba Kreatifitas Guru Tingkat SMA pada Porseni PGRI Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2017. Meraih dua medali emas dan tiga medali perunggu Gurulympics PGRI tahun 2020. Guru Berprestasi jenjang SMA Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2021. 

Buku-buku yang telah ditulis: Guru Menulis Guru Berkarya (Penerbit Eduvation, 2020); Digital Transformation: Generasi Muda Indonesia Menghadapi Transformasi Dunia (Penerbit ANDI, 2020); Antologi Puisi Rona Korona Dalam Duka dan Ria (Penerbit Oase Pustaka, 2020);   Antologi Kisah Inspiratif Sang Guru (Penerbit Pustaka Ilalang, 2020);  Merajut Asa Di Badai Korona (Penerbit Gemala, 2021), Flipped Classroom: Membuat Peserta Didik Berpikir Kritis, Kreatif, Mandiri, dan Mampu Berkolaborasi dalam Pembelajaran yang Responsif (Penerbit ANDI, 2021), Metode Belajar Online: Kiat Sukses dalam Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) (YPTD, 2021);   dan Media Komputer Dalam Pembelajaran (Universitas Terbuka, 2021); CLBK (Coba, Lakukan, Budayakan, Konsisten) Tips, Cara, Metode dan Strategi Menulis (YPTD, 2021).

 

Malam ini narasumber akan berbagi ilmu dan pengalaman bagaimana merangkai tulisan menjadi sebuah buku secara sistematis.

 

Langkah-langkah yang ditempuh adalah sebaga berikut :

1.      Satukan semua naskah dalam satu file Ms Word.

Gabungkan saja dulu semua naskah, urusan mengurutkannya, bisa belakangan.  

2.      Buat Judul Buku.

Hal ini menjadi penting karena judul akan memandu kita untuk mengembangkan, mengurangi atau menambah tulisan.

3.      Buat Prakata.

Jika memungkinkan siapkan Kata Pengantar dari orang lain yang kita percayakan.

4.      Siapkan Sinopsis

5.      Siapkan foto terkeren kita di bagian tentang Penulis

 

Untuk lebih jelas kita dapat menyimak tips dan pengalaman narasumber pada link

https://youtu.be/eePQwyHAcjw

https://youtu.be/jXPr59aWJSc

https://youtu.be/mS8bfNZT-rA

 

Yakinlah kita mampu untuk melakukannya lewat pengalaman mengetik naskah skripsi dan tesis sewaktu kuliah.

Ketiga metode di atas adalah yang apaling sering digunakan oleh Narasumber dalam menyatukan tulisan menjadi sebuah buku. Meski tidak menutup kemungkinan ada metode lain yang juga digunakan untuk menyatukan tulisan.

 

Bapak Yulius Roma Patandean, S.Pd. juga berpesan ada baiknya, materi-materi dari para narasumber diberi modifikasi agar menjadi naskah baru yang orisinil.

Hal yang sama berlaku untuk naskah buku solo kita. Jika naskahnya belum lengkap, minimal siapkan bab dan judulnya disertai sub judulnya. Sehingga ketika di-setting sistematis, akan selalu mengajak kita untuk melengkapi naskahnya. Mengapa? Karena naskah kita telah memiliki gambaran umum kerangkanya.

So, let's do it!

 

Pada sesi tanya jawab beberapa poin dapat kita simak sebagai berikut :

1.      Editor maupun kurator pada hakekatnya sama.   

Intinya, peran editor dan kurator adalah mempersiapkan dan memastikan naskah buku untuk terbit. Editor bertanggung jawab untuk membaca keseluruhan naskah dari penulis, termasuk mengoreksi tata bahasa, tanda baca, dan struktur kalimat. Naskah dari seorang penulis menjadi mudah dipahami pembaca juga menjadi tugas dari editor. Kurator kurang lebih sama perannya, namun mungkin berbeda dari segi profesi di penerbit.  

 

2.      Kumpulan resume yang disusun menjadi buku ini boleh menggabungkan semua gaya menulisnya.

Jadikan itu sebagai bumbu racikan untuk naskah bukunya. Mungkin ada Bab yang serius, tiba-tiba muncul Bab narasi.. Tentunya jika kita pertahankan demikian, akan meninggalkan kesan tersendiri bagi pembacanya. Di buku CLBK, nara sumber mempraktekkan demikian Naskah buku mirip kompilasi lagu mendiang sang mastro Didi Kempot. Yakinlah naskah kita yang variatif nantinya menghibur.

 

3.      Cara memunculkan ide menyusun kerangka buku yang sistematis:

Pertama Tuliskan apa yang terlintas di kepala, walaupun hanya 3-5 kalimat saja, lalu mentok. Tulis dan simpan. Tambahkan judul/subjudul menggunakan metode di video.

Kedua Lengkapi naskah dengan gambar orisinil (jepretan sendiri). Gambar  membantu kita menyampaikan ide.Contoh pada gambar di  naskah CLBK. Di buku ini. 98% gambar pemanis naskah berasal dari kegiatan harian narasumber. Ini juga membantu agar tidak terkena klaim hak cipta.

Ketiga Hubungkan judul demi judul yang memiliki keterkaitan di fase editing. Tambahkan dan kurangi jika memungkinkan. Tidak menutup kemungkinan muncul judul baru dari penga…

 

4.      Kita dapat memasarkan buku solo kita terbitan Indie, dengan mempromosikan ke rekan 

sejawat di sekolah, KKG,MGMP, teman di media sosial. Namun, prinsip narasumber, menulis bukan untuk menjual. Jika ada yang membeli, itu adalah apresiasi atas pencapaian kita. Dalam hal ini narasumber sepakat dengan bapak H. Thamrin Dahlan dari YPTD, menulislah untuk memiliki mahkota keabadian. Kalaupun ada royalti atas buku kita jika beruntung terbit di penerbit mayor, maka itu adalah bonus.

 

5.      Judul buku solo kumpulan resume dapat diambil dari salah satu judul resume.

Jika kreatif, boleh pilih satu atau dua materi untuk dikembangkan sendiri. Judul tanyakan ke isi hati, kata apa yang paling mewakili perasaan dan semangat menulisnya. Bisa saja sampul sudah kita utak atik. Cover, judul dan sinopsis sudah ada, tapi naskahnya masih nihil. Tapi, cover inilah yang akan memotivasi kita menulis. Lalu, jika minim waktu mencari ide, kumpulkan saja semua materi dan berikan judul yang sesuai dengan resume yang beraneka ragam tadi, misalnya: TIPS JITU MENULIS, TRIK CEPAT MENERBITKAN BUKU, METODE MENULIS BERSAMA PAKAR, dan lain lain.

6.      Kita dapat membukukan puisi-puisi yang sudah lama tersimpan di buku tulis atau akun WA.Tinggal ketik ulang, poles rimanya dan tambahkan sedikit-sedikit pemanis frase

 

Mari kita berlelah-lelah dulu bahkan hingga subuh menyiapkan naskah buku. Dan ketika naskah terbit ber-ISBN jangan lupa merayakannya bersama orang-orang terdekat, begitulah pesan dari pak Roma

 

Luar biasa ilmu yang kita pelajari malam ini.

Sebagai penutup narasumber memberikan Closing statemen sekaligus motivasi :

Mari menulis untuk menjadi saluran berkah bagi orang banyak.

Biarkanlah jejak menulis itu abadi hingga kita berkalang tanah.

Raga boleh tiada tapi ide dalam tulisan akan abadi seumur bumi ini.

No comments:

Post a Comment

Resume ke-7 Mengatasi Writer’s Block

  Senin , 18 Oktober 2021 Resume pertemuan ke-7 Nara sumber : Ditta Widya Utami, S.Pd.,Gr. Moderator : Maesaroh Materi : Mengatasi W...