Senin, 08 November 2021
Resume pertemuan ke-16
Nara sumber : Yulius Roma Patandean
Moderator : Dail Ma’ruf
Tema : Langkah Menyusun Buku Secara Sistematis
Memulai dengan niat baik
untuk belajar, menyimak menggunakan pancaindera mata dan telinga.
Dihayati lalu dibagikan.
Sahabat pembaca, ‘Langkah
menyusun Buku Secara Sistematis’ adalah tema pertemuan kita kali ini yang akan
disampaikan oleh bapak Yulius Roma Patandean, S.Pd. sebagai nara sumber.
Lahir di Salubarani,
Gandangbatu Sillanan, Kabupaten Tana Toraja, 6 Juli 1984. Bapak Yulius Roma
Patandean, S.Pd. menyelesaikan pendidikan S1 Pendidikan Bahasa Inggris di
Universitas Kristen Indonesia Toraja (2003-2007) dan pendidikan S2 di Institut
Agama Kristen Negeri Toraja (2019-2021).
Pada tahun 2007-2015 beliau
mengajar di SMAN 9 Tana Toraja. Tahun 2009 menjadi guru PNS dan mengajar di
SMAN 3 Tana Toraja hingga tahun 2015. Tahun 2015-sekarang sebagai guru Bahasa
Inggris di SMAN 5 Tana Toraja. Ia pernah menjadi pengajar tidak tetap di
Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Indonesia Toraja, Tutor Universitas
Terbuka dan Fasilitator Belajar Yayasan Trampil Indonesia.
Prestasi yang pernah
diraihnya adalah Pemenang Ketiga Lomba Kreatifitas Guru Tingkat SMA pada
Porseni PGRI Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2017. Meraih dua medali emas dan
tiga medali perunggu Gurulympics PGRI tahun 2020. Guru Berprestasi jenjang SMA
Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2021.
Buku-buku yang telah
ditulis: Guru Menulis Guru Berkarya (Penerbit Eduvation,
2020); Digital Transformation: Generasi Muda Indonesia Menghadapi
Transformasi Dunia (Penerbit ANDI, 2020); Antologi Puisi Rona
Korona Dalam Duka dan Ria (Penerbit Oase Pustaka, 2020); Antologi Kisah Inspiratif Sang Guru (Penerbit
Pustaka Ilalang, 2020); Merajut Asa Di Badai Korona (Penerbit
Gemala, 2021), Flipped Classroom: Membuat Peserta Didik Berpikir
Kritis, Kreatif, Mandiri, dan Mampu Berkolaborasi dalam Pembelajaran yang
Responsif (Penerbit ANDI, 2021), Metode Belajar Online: Kiat
Sukses dalam Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) (YPTD, 2021); dan Media Komputer Dalam
Pembelajaran (Universitas Terbuka, 2021); CLBK (Coba, Lakukan,
Budayakan, Konsisten) Tips, Cara, Metode dan Strategi Menulis (YPTD,
2021).
Malam ini narasumber akan
berbagi ilmu dan pengalaman bagaimana merangkai tulisan menjadi sebuah buku
secara sistematis.
Langkah-langkah
yang ditempuh adalah sebaga berikut :
1. Satukan
semua naskah dalam satu file Ms Word.
Gabungkan saja dulu semua
naskah, urusan mengurutkannya, bisa belakangan.
2. Buat
Judul Buku.
Hal ini menjadi penting
karena judul akan memandu kita untuk mengembangkan, mengurangi atau menambah tulisan.
3. Buat
Prakata.
Jika memungkinkan siapkan
Kata Pengantar dari orang lain yang kita percayakan.
4. Siapkan
Sinopsis
5. Siapkan
foto terkeren kita di bagian tentang Penulis
Untuk
lebih jelas kita dapat menyimak tips dan pengalaman narasumber pada link
Yakinlah
kita mampu untuk melakukannya lewat pengalaman mengetik naskah skripsi dan
tesis sewaktu kuliah.
Ketiga
metode di atas adalah yang apaling sering digunakan oleh Narasumber dalam
menyatukan tulisan menjadi sebuah buku. Meski tidak menutup kemungkinan ada
metode lain yang juga digunakan untuk menyatukan tulisan.
Bapak Yulius Roma
Patandean, S.Pd. juga berpesan ada baiknya, materi-materi
dari para narasumber diberi modifikasi agar menjadi naskah baru yang orisinil.
Hal yang sama berlaku untuk naskah buku
solo kita. Jika naskahnya belum lengkap, minimal siapkan bab dan judulnya
disertai sub judulnya. Sehingga ketika di-setting sistematis, akan selalu
mengajak kita untuk melengkapi naskahnya. Mengapa? Karena naskah kita telah
memiliki gambaran umum kerangkanya.
So,
let's do it!
Pada sesi tanya jawab beberapa poin dapat
kita simak sebagai berikut :
1.
Editor maupun kurator pada hakekatnya
sama.
Intinya, peran editor dan kurator adalah
mempersiapkan dan memastikan naskah buku untuk terbit. Editor bertanggung jawab
untuk membaca keseluruhan naskah dari penulis, termasuk mengoreksi tata bahasa,
tanda baca, dan struktur kalimat. Naskah dari seorang penulis menjadi mudah
dipahami pembaca juga menjadi tugas dari editor. Kurator kurang lebih sama
perannya, namun mungkin berbeda dari segi profesi di penerbit.
2.
Kumpulan resume yang disusun menjadi buku
ini boleh menggabungkan semua gaya menulisnya.
Jadikan itu sebagai bumbu racikan untuk
naskah bukunya. Mungkin ada Bab yang serius, tiba-tiba muncul Bab narasi.. Tentunya
jika kita pertahankan demikian, akan meninggalkan kesan tersendiri bagi
pembacanya. Di buku CLBK, nara sumber mempraktekkan demikian Naskah buku mirip
kompilasi lagu mendiang sang mastro Didi Kempot. Yakinlah naskah kita yang
variatif nantinya menghibur.
3.
Cara memunculkan ide menyusun kerangka
buku yang sistematis:
Pertama
Tuliskan apa yang terlintas di kepala, walaupun hanya 3-5 kalimat saja, lalu
mentok. Tulis dan simpan. Tambahkan judul/subjudul menggunakan metode di video.
Kedua
Lengkapi naskah dengan gambar orisinil (jepretan sendiri). Gambar membantu kita menyampaikan ide.Contoh pada
gambar di naskah CLBK. Di buku ini. 98%
gambar pemanis naskah berasal dari kegiatan harian narasumber. Ini juga
membantu agar tidak terkena klaim hak cipta.
Ketiga
Hubungkan judul demi judul yang memiliki keterkaitan di fase editing. Tambahkan
dan kurangi jika memungkinkan. Tidak menutup kemungkinan muncul judul baru dari
penga…
4.
Kita dapat memasarkan buku solo kita terbitan
Indie, dengan mempromosikan ke rekan
sejawat di sekolah, KKG,MGMP, teman di
media sosial. Namun, prinsip narasumber, menulis bukan untuk menjual. Jika ada
yang membeli, itu adalah apresiasi atas pencapaian kita. Dalam hal ini
narasumber sepakat dengan bapak H. Thamrin Dahlan dari YPTD, menulislah untuk
memiliki mahkota keabadian. Kalaupun ada royalti atas buku kita jika beruntung
terbit di penerbit mayor, maka itu adalah bonus.
5.
Judul buku solo kumpulan resume dapat
diambil dari salah satu judul resume.
Jika kreatif, boleh pilih satu atau dua materi untuk dikembangkan sendiri. Judul tanyakan ke isi hati, kata apa yang paling mewakili perasaan dan semangat menulisnya. Bisa saja sampul sudah kita utak atik. Cover, judul dan sinopsis sudah ada, tapi naskahnya masih nihil. Tapi, cover inilah yang akan memotivasi kita menulis. Lalu, jika minim waktu mencari ide, kumpulkan saja semua materi dan berikan judul yang sesuai dengan resume yang beraneka ragam tadi, misalnya: TIPS JITU MENULIS, TRIK CEPAT MENERBITKAN BUKU, METODE MENULIS BERSAMA PAKAR, dan lain lain.
6.
Kita dapat membukukan puisi-puisi yang sudah
lama tersimpan di buku tulis atau akun WA.Tinggal ketik ulang, poles rimanya
dan tambahkan sedikit-sedikit pemanis frase
Mari kita berlelah-lelah dulu bahkan hingga
subuh menyiapkan naskah buku. Dan ketika naskah terbit ber-ISBN jangan lupa
merayakannya bersama orang-orang terdekat, begitulah pesan dari pak Roma
Luar
biasa ilmu yang kita pelajari malam ini.
Sebagai
penutup narasumber memberikan Closing statemen sekaligus motivasi :
Mari menulis untuk menjadi saluran
berkah bagi orang banyak.
Biarkanlah jejak menulis itu abadi
hingga kita berkalang tanah.
Raga boleh tiada tapi ide dalam
tulisan akan abadi seumur bumi ini.
No comments:
Post a Comment