Senin,
11 Oktober 2021
Resume
pertemuan ke-4
Nara
sumber : Ibu Noralia Purwa Yunita , M.Pd
Moderator
: Ibu Rosminiyati
Materi
: Menulis Buku dari Karya Ilmiah
Malam ini tema belajar kita adalah “ Menulis Buku dari Karya Ilmiah”.
Pertemuan dibuka oleh Ibu
Rosminiyati sebagai moderator. Beliau adalah guru SMK Negeri 2 Pangkal Pinang
dan tercatat sebagai peserta belajar menulis bersama PGRI asuhan Om Jay
gelombang 19.
Mulai belajar dari NOL
BESAR beliau akhirnya bisa menerbitkan buku 200-an halaman hasil resume 30 kali
pertemuan bermodalkan Bismillah dan semangat, serta tekad yang kuat.
Menjadi peserta yang
berada di grup ini menurut bu Rosminiyati bukanlah kebetulan, melainkan ada
rencana besar Allah yang dipersiapkan-Nya. Oleh karena itu, kita harus
menjemput takdir dengan ikhtiar yang maksimal.
Kelas Belajar menulis ada
di mana-mana, bahkan ada peserta yang sudah luar biasa bagus tulisannya. Namun,
kelas menulis PGRI asuhan Om Jay ini sangat istimewa. Di samping menunya yang
luar biasa, juga materinya disajikan dengan penuh cinta. Tidak hanya tentang
menulis, melainkan juga tentang bagaimana menjadi pribadi yang lebih berguna.
Ibu Rosminiyati mengajak
untuk membuat resume dengan sepenuh hati dan dengan selengkap-lengkapnya dengan
menggunakan kalimat sendiri. Manfaatnya, menjadi bahan rujukan belajar dan
memudahkan kita dalam mengikatnya menjadi buku solo
Gelar sebagai blogger dan
writer langsung melekat pada diri kita saat masuk ke kelas ini. Oleh karena
itu, kita harus pertahankan dengan sebaik-baiknya. Dan segera mempraktikkan
ilmu dari narasumber dalam menulis resume atau pun tulisan lainnya agar
perbaikan dalam menulis langsung dirasakan.
Sesi Materi.
Ibu Noralia Purwa Yunita, M.Pd ini lahir
di Kudus, 12 Juni 1989. Pernah mengambil kuliah program sarjana di
Univeritas Negeri Semarang yang kemudian dilanjutkan program magister
pendidikan di Universitas Negeri Semarang. Saat ini penulis bekerja sebagai
pengajar di SMP Negeri 8 Semarang. Selain mengajar, penulis juga aktif menulis
di blog dan tergabung dalam komunitas sejuta guru ngeblog, penulis baru di
Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan, penulis di Penerbit Andi Offset, penulis di
penerbit Innovasi Publishing, Prestasi yang pernah diraih penulis adalah
juara 3 lomba blog nasional pada HUT penerbit YPTD. Karya yang sudah dibuat
diantaranya: 1. Bahan ajar Kimia SMA (2013) 2. buku antologi "Menciptakan
pola pembelajaran efektif dari rumah" (2020) penerbit Tata Akbar 3. Buku
duet seri ekoji academy "Digital Mindset" (2020) penerbit Andi Offset
4. Buku duet sering. Ekoji academy "Gamifikasi" (Proses terbit)
penerbit Andi offset 5. Buku solo "jurus jitu menulis dan
berprestasi" (2020) penerbit YPTD 6. buku solo "kiat praktis menulis
modul berbasis riset" (2020) yang merupakan ubahan dari tesis menjadi buku
oleh penerbit YPTD
Malam hari ini, Narasumber
akan berbagi pengalaman dalam menulis. Materi yang akan dibahas malam ini yaitu
menulis buku dari karya ilmiah.
Awal mulai narasumber menulis
buku tersebut, yaitu dengan bergabung di kelas menulis om jay yakni di
gelombang 8. Seperti halnya malam ini, peserta selalu mendapatkan sajian materi
yang begitu nikmat dari para narasumber hebat. Ternya ada beberapa materi yang ternyata
sangat melekat di pikiran Narasumber. Salah satunya adalah materi yang
disampaikan oleh bu Hati. Beliau waktu itu menyampaikan menulis buku dari PTK.
Dari situlah, wawasan narasumber menjadi terbuka bahwa "ternyata bisa juga
menerbitkan buku dari karya ilmiah".
Tak perlu menunggu lama,
ilmu dari bu Hati narasumber praktekkan untuk mengubah tesis dan best
practicenya menjadi buku.
Di bawah ini adalah foto
dari kedua buku tersebut:
Timbul pertanyaan, mengapa mau susah-susah
mengubah kedua karya ilmiah ini menjadi buku? Bukankah itu ibarat 2 kali kerja?
Jawabannya karena narasumber ingin tidak
hanya beliau saja yang membaca karya ini, tetapi banyak orang yang bisa
menikmati karyanya. Akhirnya narasumber memutuskan untuk mengkonversinya
menjadi buku.
Namun, prosesnya ternyata tidak mudah,
karena antara laporan karya ilmiah dan buku tidaklah sama. Ada beberapa hal
yang harus dihilangkan dan ada beberapa hal yang harus ditambahkan
Lalu bagaimana proses menulis buku dari
karya ilmiah ini?
Berikut adalah langkah-langkahnya :
1.
UBAH JUDUL
Judul karya ilmiah versi buku hanya
berfokus pada objek penelitian saja. Hilangkan materi, subjek, tempat
penelitian.
Sebagai contoh
Judul Tesis, Pengembangan modul berbasis riset pada materi reaksi redoks untuk
meningkatkan keterampilan generik sains siswa kelas X SMA
Ketika diubah menjadi judul buku menjadi Kiat Menulis Modul Berbasis Riset
Contoh judul best practice : Efektivitas pembelajaran berbasis gamifikasi
pada peningkatan aktivitas dan minat belajar siswa
Ketika dikonversi menjadi judul buku
menjadi: Gamifikasi, Membuat Belajar
Seasyik Bermain Games
Dapat dilihat dari contoh judul di atas,
objek/fokus penelitian Tesis terletak pada pengembangan / pembuatan modul. Jadi
ketika diubah menjadi judul buku, sesuaikan dengan fokus penelitian itu.Tinggal
menambah kata seperti KIAT, JURUS, STRATEGI, CARA SUKSES atau yang lainnya agar
menjadi judul popular.
2.
UBAH DAFTAR ISI
Biasanya untuk beberapa karya ilmiah,
daftar isi berupa
BAB 1 Pendahuluan berisi latar belakang
masalah, tujuan, manfaat, batasan masalah
BAB 2 landasan teori
Bab 3 metode penelitian yang berisi rumus2
statistika
Bab 4 hasil dan pembahasan
Bab 5 penutup yang berisi kesimpulan dan
saran.
Namun ketika diubah menjadi BUKU, daftar isi
menjadi : (ikuti pedoman 2W+1H)
Bab 1 (Why) menjelaskan pentingnya modul
BERBASIS RISET
Bab 2( APA) menjelaskan apa itu modul
berbasis riset
Bab 3,4,5, dan seterusnya ( How )
menjelaskan bagaimana tahap pembuatan, bagaimana hasil pembuatan, bagaimana penerapannya.
Boleh juga mengembangkan materi dari bab 2
di KTI.
Sebagai contoh bab 2 KTI yang merupakan
landasan teori berisi
2.1. hasil belajar
2.2. media pembelajaran
2.3. Modul
2.4. metode pembelajaran
2.5 pembelajaran berbasis riset
Ketika menjadi buku dapat dibuat menjadi
beberapa bab yaitu
Sub bab 2.1. hasil belajar menjadi bab 2
buku
Bab 2 TEORI BELAJAR
2.1. belajar
2.2. permasalahan dalam pembelajaran
2.3. Hasil belajar dan faktor-faktor yang
mempengaruhinya
Sub bab 2.2. media pembelajaran menjadi
bab 3 buku
Bab 3 MEDIA PEMBELAJARAN
3.1. Pengertian media
3.2. jenis media
3.3. manfaat media
Sub bab 2.3. modul menjadi bab 4 buku
Bab 4 mengenal modul
4.1.pengertian modul
4.2. karakteristik modul
4.3.sistematika modul
4.4. kelebihan modul
Lakukan hal tersebut hingga sub bab pada
karya ilmiah selesai dibahas menjadi bab baru pada buku
Dengan demikian hanya dari bab 2 KTI saja,
kita sudah dapat menuliskan/ mengubahnya menjadi beberapa bab dalam buku. Jadi,
perbanyak penjelasan teori dari bab 2 karya ilmiah dan juga hilangkan rumus
statistika yang biasanya ada di bab 3 karya ilmiah.
3.
UBAH SEDIKIT ISI KARYA ILMIAH
Hilangkan semua kata "penelitian, laporan
PTK, laporan skripsi" dan lainnya yang biasanya ada di karya ilmiah
Boleh menampilkan grafik tetapi jangan
terlalu banyak. Cukup grafik yang penting saja. Grafik lain yang tidak
ditampilkan, ubah dalam bentuk kalimat
Secara kebahasaan dan penyajian, karya
ilmiah versi buku haruslah berbeda dengan versi laporan. Susunan dan gaya
tulisan bebas terserah penulis, karena setiap penulis memiliki ide dan
kreativitas masing-masing sesuai dengan pengalaman dan bahan bacaannya. Semakin
literatnya penulis maka akan semakin oke buku yang dia tulis. Hal ini karena
membaca, berpikir dan menulis adalah satu rangkaian literasi yang tidak dapat
dipisahkan. Selain itu, kita harus mengupayakan agar pembaca memahami isi buku
kita secara lengkap, dan mengena apabila menjadi karya ilmiah kita diubah
menjadi buku
Daftar pustaka boleh menggunakan blog
namun situs blog resmi seperti Kemendikbud.go.id, Jurnal ilmiah, e book, atau
karya ilmiah lainnya. Namun, hindari menggunakan daftar pustaka berupa blog
pribadi dengan domain blogspot, wordpress, dan lain sebagainya
Berikanlah ulasan mengenai kelebihan dan
kelemahan penelitian yang anda lakukan agar pembaca yakin bahwa anda
benar-benar telah melakukan penelitian tersebut
4.
Karya ilmiah versi buku minimal 70 halaman format A5 dengan ukuran huruf, jenis
huruf, dan margin disesuaikan dengan aturan Penerbit.
Untuk isi dari karya ilmiah versi buku
tidak melulu dan harus menampilkan data hasil penelitian.
Sebagai contoh buku daftar isi buku
gamifikasi tidak saya sertakan hasil penelitian nya karena fokus saya dalam
buku tersebut adalah membahas tentang bagaimana membuat aplikasi gamifikasi dan
bagaimana penerapannya dalam pembelajaran
Berikut adalah spoiler daftar isi dari
buku gamifikasi yang merupakan ubahan dari best practice Ibu Noralia
Tampak tidak ada data hasil penelitian yang dibahas.Jadi pada intinya, sebelum mengkonversi Karya Ilmiah yang kita miliki, tentukan FOKUS/TOPIK yang akan dibahas secara detail dalam buku itu. Apakah pada perancangannya, penerapannya, aplikasinya atau yang lainnya. Jika sudah maka akan lebih mudah mengubah karya ilmiah itu
Dan satu lagi yang terpenting, isi buku
jangan sampai sama persis dengan isi dari karya ilmiah. Kita bisa menggunakan
teknik parafrase atau teknik lainnya agar tidak ada kesamaan kalimat pada buku
ini. Karena jika ada kesamaan, maka akan terjadi yang namanya self plagiarism
Dengan demikian, membuat buku dari karya ilmiah bukan berarti hanya
mengubah cover dan judul saja sementara isi sama persis dengan KTI yang sudah
kita punya. Itu merupakan suatu kesalahan karena akan menjadi self plagiarisme
untuk karya kita. Kita harus mengubahnya sesuai dengan aturan yang ada sehingga
KTI versi buku tidak akan sama struktur dan isinya dengan KTI aslinya
Agar karya ilmiah kita memiliki manfaat
yang lebih, maka dapat diubah ke dalam bentuk buku. Fungsinya agar dapat dibaca
oleh para pengajar lainnya. Ini lebih baik daripada berbagi file laporan karya
ilmiah kita. Jika karya ilmiah kita dibukukan, selain memberikan manfaat dalam
berbagi ilmu, buku karya ilmiah karya kita juga akan memiliki ISBN. Ini sangat
penting dan mungkin dibutuhkan bagi pengajar untuk menambah nilai angka kredit.
Selian itu, karya kita juga tidak akan lekang oleh waktu tentang
kebermanfaatannya.
KTI yang sudah ditulis dengan susah payah dapat diubah menjadi buku yang dapat memberikan manfaat yang lebih luas.
Di dalam menulis buku tidak ada aturan dari KTI tahun berapa, namun sebaiknya apa yang menjadi objek penelitian diintegrasikan dengan kebutuhan kondisi sekarang untuk efek kekiniannya
Demikianlah paparan materi yang sangat
padat dari Ibu Noralia Purwa Yunita, M.Pd.
Sangat menginspirasi dan menebarkan
semangat..
Sobat baca..
Tipsnya agar semakin mahir menulis adalah banyak
baca, banyak menulis.
Buatlah kegiatan menulis menjadi kegiatan
yang menyenangkan. Senang berarti kita menyukai apa yang kita tulis. Tulisan
bisa berupa catatan pribadi, traveling, atau hal-hal yang berbau ilmiah.
Perasaan suka ini akan membuat kita tidak
merasa terpaksa, sehingga jika menemui masalah atau rintangan dalam perjalan
menulis, akan lebih mudah menyelesaikannya.
Buku
adalah memoir diri kita, meskipun kita sudah tiada, melalui bukulah nama kita akan
selalu dikenal sepanjang masa.
Manusia tiada meninggalkan karya🥰🥰🥰 "make over" KTI menjadi buku....
ReplyDeleteSemua aktivitas, selalu mengandung hikmah.... Semangat miss.... Selamat berkarya... 🙏🙏🙏