Friday, December 10, 2021

Resume ke-4 Menulis Buku dari Karya Ilmiah

 

Senin, 11 Oktober 2021

Resume pertemuan ke-4

Nara sumber : Ibu Noralia Purwa Yunita , M.Pd

Moderator : Ibu Rosminiyati

Materi : Menulis Buku dari Karya Ilmiah

 


       Malam ini tema belajar kita adalah “ Menulis Buku dari Karya Ilmiah”.  

 

Pertemuan dibuka oleh Ibu Rosminiyati sebagai moderator. Beliau adalah guru SMK Negeri 2 Pangkal Pinang dan tercatat sebagai peserta belajar menulis bersama PGRI asuhan Om Jay gelombang 19.

Mulai belajar dari NOL BESAR beliau akhirnya bisa menerbitkan buku 200-an halaman hasil resume 30 kali pertemuan bermodalkan Bismillah dan semangat, serta tekad yang kuat.

 

Menjadi peserta yang berada di grup ini menurut bu Rosminiyati bukanlah kebetulan, melainkan ada rencana besar Allah yang dipersiapkan-Nya. Oleh karena itu, kita harus menjemput takdir dengan ikhtiar yang maksimal.

 

Kelas Belajar menulis ada di mana-mana, bahkan ada peserta yang sudah luar biasa bagus tulisannya. Namun, kelas menulis PGRI asuhan Om Jay ini sangat istimewa. Di samping menunya yang luar biasa, juga materinya disajikan dengan penuh cinta. Tidak hanya tentang menulis, melainkan juga tentang bagaimana menjadi pribadi yang lebih berguna.

 

Ibu Rosminiyati mengajak untuk membuat resume dengan sepenuh hati dan dengan selengkap-lengkapnya dengan menggunakan kalimat sendiri. Manfaatnya, menjadi bahan rujukan belajar dan memudahkan kita dalam mengikatnya menjadi buku solo

 

Gelar sebagai blogger dan writer langsung melekat pada diri kita saat masuk ke kelas ini. Oleh karena itu, kita harus pertahankan dengan sebaik-baiknya. Dan segera mempraktikkan ilmu dari narasumber dalam menulis resume atau pun tulisan lainnya agar perbaikan dalam menulis langsung dirasakan.

   

Sesi Materi.

Ibu Noralia Purwa Yunita, M.Pd ini lahir di Kudus, 12 Juni 1989.   Pernah mengambil kuliah program sarjana di Univeritas Negeri Semarang yang kemudian dilanjutkan program magister pendidikan di Universitas Negeri Semarang. Saat ini penulis bekerja sebagai pengajar di SMP Negeri 8 Semarang. Selain mengajar, penulis juga aktif menulis di blog dan tergabung dalam komunitas sejuta guru ngeblog, penulis baru di Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan, penulis di Penerbit Andi Offset, penulis di penerbit Innovasi Publishing,   Prestasi yang pernah diraih penulis adalah juara 3 lomba blog nasional pada HUT penerbit YPTD. Karya yang sudah dibuat diantaranya: 1. Bahan ajar Kimia SMA (2013) 2. buku antologi "Menciptakan pola pembelajaran efektif dari rumah" (2020) penerbit Tata Akbar 3. Buku duet seri ekoji academy "Digital Mindset" (2020) penerbit Andi Offset 4. Buku duet sering. Ekoji academy "Gamifikasi" (Proses terbit) penerbit Andi offset 5. Buku solo "jurus jitu menulis dan berprestasi" (2020) penerbit YPTD 6. buku solo "kiat praktis menulis modul berbasis riset" (2020) yang merupakan ubahan dari tesis menjadi buku oleh penerbit YPTD

  

Malam hari ini, Narasumber akan berbagi pengalaman dalam menulis.  Materi yang akan dibahas malam ini yaitu menulis buku dari karya ilmiah.

 

Awal mulai narasumber menulis buku tersebut, yaitu dengan bergabung di kelas menulis om jay yakni di gelombang 8. Seperti halnya malam ini, peserta selalu mendapatkan sajian materi yang begitu nikmat dari para narasumber hebat. Ternya ada beberapa materi yang ternyata sangat melekat di pikiran Narasumber. Salah satunya adalah materi yang disampaikan oleh bu Hati. Beliau waktu itu menyampaikan menulis buku dari PTK. Dari situlah, wawasan narasumber menjadi terbuka bahwa "ternyata bisa juga menerbitkan buku dari karya ilmiah".

 

Tak perlu menunggu lama, ilmu dari bu Hati narasumber praktekkan untuk mengubah tesis dan best practicenya menjadi buku.

Di bawah ini adalah foto dari kedua buku tersebut:

                    


                         

Timbul pertanyaan, mengapa mau susah-susah mengubah kedua karya ilmiah ini menjadi buku? Bukankah itu ibarat 2 kali kerja?

Jawabannya karena narasumber ingin tidak hanya beliau saja yang membaca karya ini, tetapi banyak orang yang bisa menikmati karyanya. Akhirnya narasumber memutuskan untuk mengkonversinya menjadi buku.

Namun, prosesnya ternyata tidak mudah, karena antara laporan karya ilmiah dan buku tidaklah sama. Ada beberapa hal yang harus dihilangkan dan ada beberapa hal yang harus ditambahkan

 

Lalu bagaimana proses menulis buku dari karya ilmiah ini?

Berikut adalah langkah-langkahnya :

1. UBAH JUDUL

Judul karya ilmiah versi buku hanya berfokus pada objek penelitian saja. Hilangkan materi, subjek, tempat penelitian.

Sebagai contoh

Judul Tesis, Pengembangan modul berbasis riset pada materi reaksi redoks untuk meningkatkan keterampilan generik sains siswa kelas X SMA

Ketika diubah menjadi judul buku menjadi Kiat Menulis Modul Berbasis Riset

 

Contoh judul best practice : Efektivitas pembelajaran berbasis gamifikasi pada peningkatan aktivitas dan minat belajar siswa

Ketika dikonversi menjadi judul buku menjadi: Gamifikasi, Membuat Belajar Seasyik Bermain Games

 

Dapat dilihat dari contoh judul di atas, objek/fokus penelitian Tesis terletak pada pengembangan / pembuatan modul. Jadi ketika diubah menjadi judul buku, sesuaikan dengan fokus penelitian itu.Tinggal menambah kata seperti KIAT, JURUS, STRATEGI, CARA SUKSES atau yang lainnya agar menjadi judul popular.

 

2. UBAH DAFTAR ISI

Biasanya untuk beberapa karya ilmiah, daftar isi berupa

BAB 1 Pendahuluan berisi latar belakang masalah, tujuan, manfaat, batasan masalah

BAB 2 landasan teori

Bab 3 metode penelitian yang berisi rumus2 statistika

Bab 4 hasil dan pembahasan

Bab 5 penutup yang berisi kesimpulan dan saran.

 

Namun ketika diubah menjadi BUKU, daftar isi menjadi : (ikuti pedoman 2W+1H)

Bab 1 (Why) menjelaskan pentingnya modul BERBASIS RISET

Bab 2( APA) menjelaskan apa itu modul berbasis riset

Bab 3,4,5, dan seterusnya ( How ) menjelaskan bagaimana tahap pembuatan, bagaimana hasil pembuatan, bagaimana penerapannya.

 

Boleh juga mengembangkan materi dari bab 2 di KTI.

Sebagai contoh bab 2 KTI yang merupakan landasan teori berisi

2.1. hasil belajar

2.2. media pembelajaran

2.3. Modul

2.4. metode pembelajaran

2.5 pembelajaran berbasis riset

 

Ketika menjadi buku dapat dibuat menjadi beberapa bab yaitu

Sub bab 2.1. hasil belajar menjadi bab 2 buku

Bab 2 TEORI BELAJAR

2.1. belajar

2.2. permasalahan dalam pembelajaran

2.3. Hasil belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya

 

Sub bab 2.2. media pembelajaran menjadi bab 3 buku

Bab 3 MEDIA PEMBELAJARAN

3.1. Pengertian media

3.2. jenis media

3.3. manfaat media

 

Sub bab 2.3. modul menjadi bab 4 buku

Bab 4 mengenal modul

4.1.pengertian modul

4.2. karakteristik modul

4.3.sistematika modul

4.4. kelebihan modul

 

Lakukan hal tersebut hingga sub bab pada karya ilmiah selesai dibahas menjadi bab baru pada buku

Dengan demikian hanya dari bab 2 KTI saja, kita sudah dapat menuliskan/ mengubahnya menjadi beberapa bab dalam buku. Jadi, perbanyak penjelasan teori dari bab 2 karya ilmiah dan juga hilangkan rumus statistika yang biasanya ada di bab 3 karya ilmiah.

 

3. UBAH SEDIKIT ISI KARYA ILMIAH

Hilangkan semua kata "penelitian, laporan PTK, laporan skripsi" dan lainnya yang biasanya ada di karya ilmiah

Boleh menampilkan grafik tetapi jangan terlalu banyak. Cukup grafik yang penting saja. Grafik lain yang tidak ditampilkan, ubah dalam bentuk kalimat

Secara kebahasaan dan penyajian, karya ilmiah versi buku haruslah berbeda dengan versi laporan. Susunan dan gaya tulisan bebas terserah penulis, karena setiap penulis memiliki ide dan kreativitas masing-masing sesuai dengan pengalaman dan bahan bacaannya. Semakin literatnya penulis maka akan semakin oke buku yang dia tulis. Hal ini karena membaca, berpikir dan menulis adalah satu rangkaian literasi yang tidak dapat dipisahkan. Selain itu, kita harus mengupayakan agar pembaca memahami isi buku kita secara lengkap, dan mengena apabila menjadi karya ilmiah kita diubah menjadi buku

 

Daftar pustaka boleh menggunakan blog namun situs blog resmi seperti Kemendikbud.go.id, Jurnal ilmiah, e book, atau karya ilmiah lainnya. Namun, hindari menggunakan daftar pustaka berupa blog pribadi dengan domain blogspot, wordpress, dan lain sebagainya

Berikanlah ulasan mengenai kelebihan dan kelemahan penelitian yang anda lakukan agar pembaca yakin bahwa anda benar-benar telah melakukan penelitian tersebut

 

4. Karya ilmiah versi buku minimal 70 halaman format A5 dengan ukuran huruf, jenis huruf, dan margin disesuaikan dengan aturan Penerbit.

 

Untuk isi dari karya ilmiah versi buku tidak melulu dan harus menampilkan data hasil penelitian.

Sebagai contoh buku daftar isi buku gamifikasi tidak saya sertakan hasil penelitian nya karena fokus saya dalam buku tersebut adalah membahas tentang bagaimana membuat aplikasi gamifikasi dan bagaimana penerapannya dalam pembelajaran

 

Berikut adalah spoiler daftar isi dari buku gamifikasi yang merupakan ubahan dari best practice Ibu Noralia

                                 

 

 

 

Tampak tidak ada data hasil penelitian yang dibahas.Jadi pada intinya, sebelum mengkonversi Karya Ilmiah yang kita miliki, tentukan FOKUS/TOPIK yang akan dibahas secara detail dalam buku itu. Apakah pada perancangannya, penerapannya, aplikasinya atau yang lainnya. Jika sudah maka akan lebih mudah mengubah karya ilmiah itu

 

Dan satu lagi yang terpenting, isi buku jangan sampai sama persis dengan isi dari karya ilmiah. Kita bisa menggunakan teknik parafrase atau teknik lainnya agar tidak ada kesamaan kalimat pada buku ini. Karena jika ada kesamaan, maka akan terjadi yang namanya self plagiarism

 

Dengan demikian, membuat  buku dari karya ilmiah bukan berarti hanya mengubah cover dan judul saja sementara isi sama persis dengan KTI yang sudah kita punya. Itu merupakan suatu kesalahan karena akan menjadi self plagiarisme untuk karya kita. Kita harus mengubahnya sesuai dengan aturan yang ada sehingga KTI versi buku tidak akan sama struktur dan isinya dengan KTI aslinya

 

Agar karya ilmiah kita memiliki manfaat yang lebih, maka dapat diubah ke dalam bentuk buku. Fungsinya agar dapat dibaca oleh para pengajar lainnya. Ini lebih baik daripada berbagi file laporan karya ilmiah kita. Jika karya ilmiah kita dibukukan, selain memberikan manfaat dalam berbagi ilmu, buku karya ilmiah karya kita juga akan memiliki ISBN. Ini sangat penting dan mungkin dibutuhkan bagi pengajar untuk menambah nilai angka kredit. Selian itu, karya kita juga tidak akan lekang oleh waktu tentang kebermanfaatannya.

 

KTI yang sudah ditulis dengan susah payah dapat diubah menjadi buku yang dapat memberikan manfaat yang lebih luas.

Di dalam menulis buku tidak ada aturan dari KTI tahun berapa, namun sebaiknya apa yang menjadi objek penelitian diintegrasikan dengan kebutuhan kondisi sekarang untuk efek kekiniannya


Demikianlah paparan materi yang sangat padat dari Ibu Noralia Purwa Yunita, M.Pd.

Sangat menginspirasi dan menebarkan semangat..

 

Sobat baca..

Tipsnya agar semakin mahir menulis adalah banyak baca, banyak menulis.

Buatlah kegiatan menulis menjadi kegiatan yang menyenangkan. Senang berarti kita menyukai apa yang kita tulis. Tulisan bisa berupa catatan pribadi, traveling, atau hal-hal yang berbau ilmiah.

Perasaan suka ini akan membuat kita tidak merasa terpaksa, sehingga jika menemui masalah atau rintangan dalam perjalan menulis, akan lebih mudah menyelesaikannya.

 

Buku adalah memoir diri kita, meskipun kita sudah tiada, melalui bukulah nama kita akan selalu dikenal sepanjang masa.

                                     

1 comment:

  1. Manusia tiada meninggalkan karya🥰🥰🥰 "make over" KTI menjadi buku....
    Semua aktivitas, selalu mengandung hikmah.... Semangat miss.... Selamat berkarya... 🙏🙏🙏

    ReplyDelete

Resume ke-7 Mengatasi Writer’s Block

  Senin , 18 Oktober 2021 Resume pertemuan ke-7 Nara sumber : Ditta Widya Utami, S.Pd.,Gr. Moderator : Maesaroh Materi : Mengatasi W...