Thursday, December 9, 2021

Resume Pertemuan Ke-21 Pemasaran Buku

 Jum’at, 19 November 2021

Resume pertemuan ke-21

Nara sumber :   Agus Subardana, M.M.

Moderator :  Ms. Phia

Tema :   Pemasaran Buku


Miss Phia  sang Bilingual Bloger kali ini menjadi moderator pertemuan Kelas Belajar Menulis bersama PGRI. Seperti biasa kelas akan terasa ceria sekali saat Miss Phia memoderasi pertemuan.

He. He..

Sobat baca…

Tema pertemuan mala mini adalah tentang strategi “Pemasaran Buku” yang akan disampaikan oleh Bapak Agus Subardana, S.E., M.M. Beliau adalah Marketing dari penerbit buku PT ANDI yang telah bekerja sejak 17 tahun yang lalu hingga sekarang. Lulus S1 dan S2 mengambil Jurusan Manajemen Pemasaran, dari sejak awal tahun 1999 sampai sekarang menggeluti di Bidang Pemasaran. Beliau juga sering menjadi Moderator berbagai event webinar.

Membuka pertemuan , beliau menyampaikan bahwa buku merupakan salah satu sumber ilmu pengetahuan dan sarana utama bagi proses pembelajaran serta sarana  penyampaian informasi. Sejak usia dini, anak – anak telah diperkenalkan pada buku dan diajarkan untuk membaca beraneka ragam terbitan buku.

Dalam rangka mempersiapkan generasi muda yang cerdas dengan minat baca yang tinggi khususnya anak-anak, pemerintah mendorong kegiatan membaca sebagai wujud dukungan dan tindakan nyata dalam membangun budaya membaca sejak dini. Dukungan pemerintah terhadap budaya membaca buku dan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap buku, menciptakan peluang usaha bagi pengusaha yang bergerak di bidang penerbitan buku.

 

Sobat baca, Maret 2020 merupakan momentum dunia terhadap wabah covid-19 yang berdampak signifikan terhadap penjualan buku penerbit. Untuk selanjutnya penjualan buku hanya dilakukansecara on line. Dengan penurunan status menjadi level 1 maka penjualan buku off line mulai menggeliat kembali.

Dampak Penjualan  Buku Selama COVID 19 sangat dirasakan betul oleh pelaku usaha bidang Penerbitan Buku .  

Beberapa dampak yang dialami oleh pelaku usaha penerbitan buku yaitu :

1.  Jaringan toko buku sebagian besar tutup selama covid 19 yg diawali di bulan maret 2020 dan saat ini sedang berlangsung gelombang yang kedua di bulan mei 2021 sampai agustus 2021

2. Pengunjung ke toko buku sangat menurun drastis karena dibatasi oleh aturan pemerintah untuk berkunjung sehingga toko terasa sepi. Selain itu kekhawatiran masyarakat terkena dampak covid-19 pun membuat pengunjung membatasi diri untuk pergi ke toko buku.

3.  Penurunan omzet toko buku dari dampak covid-19  ini hingga 60-90% . ini terjadi hamper di semua toko buku.

4. Selama covid-19 penerbit membatasi jumlah judul buku yang terbit terutama buku baru dan mengurangi distribusi buku ke toko buku

5.   Beberapa penerbit banyak yang gulung tikar alias bangkrut

6.  Untuk pemasaran buku yang direct selling atau langsung ke sekolah-sekolah, perguruan tinggi dan instansi-instansi, perpustakaan untuk sementara tidak bisa  bertemu langsung sehingga kurang maksimal dalam menawarkan produk buku

7. Semua konsumen atau pelanggan buku baik di kalangan masyarakat umum, instansi sekolah mengurangi anggaran karena anggarannya dialokasikan untuk penangan covid-19.

Tetapi pada awal Oktober 2021 dengan adanya penurunan ke level 1, sudah banyak dibuka toko-toko buku modern maupun tradisional sehingga mulai ada pengunjung mencari buku-buku yang disukainya.

 

Karena itu dalam upaya untuk mempertahankan Industri Penerbitan Buku agar selama pandemi Covid 19 ini supaya tetap terus hidup dan dapat mencapai hasil penjualan buku yang maksimal maka diperlukan  strategi pemasaran yang tepat. Srategi Pemasaran buku itu adalah strategi melalui On Line , dan jaringan komunitas secara on line.

Strategi pemasaran penjualan buku sangat dipengaruhi oleh banyak aspek dan unik hal ini dapat dilihat dari jenis-jenis buku yang diterbitkan. Jenis-jenis buku akan dikempokkan menjadi beberapa kategori buku. Contoh Penerbit Andi offsite memiliki 32 kategori buku   anatara lain kategori buku anak, bisnis, novel, pengembangan diri dan lain-lain.

Strategi pemasaran buku Penerbit Andi dipetakan menjadi 2 yaitu

1. Strategi Pemasaran buku serangan udara (On Line )

2. Strategi Pemasaran buku melalui serangan darat ( Of line)

 

Untuk penjualan buku lewat Online ini kita harus terus proaktif untuk terus promosi , supaya kita dapat :-  Menyebarkan informasi produk secara masif kepada target pasar potensial

-  Mendapatkan konsumen baru dan mempertahankan konsumen yang sudah ada sehingga kesetiaan konsumen terjaga.

-   Menjaga kesetabilan penjualan saat kondisi pasar lagi lesu

-   Menaikan penjualan dan profit

-   Membandingkan dan keunggulan produk dibandingkan dengan pesaing

-   Membentuk citra produk dibenak mata konsumen sesuai dengan yang diinginkan

-   Mengubah tingkah laku ( yang kurang minat beli , menjadikan tertarik beli ) , persepsi dan pendapat konsumen.

 

  2.       Pemasaran Buku Lewat Komunitas

Kita tentunya punya komunitas masing – masing sesuai dengan kapasitas kita untuk membentuk komunitas dan relasi , maka gunakanlah jaringan komunitas kita untuk sarana promosi dan penjualan buku . Penjualan lewat komunitas  akan lebih efektive dan efisien sehingga tingkat keberhasilan nya lebih tinggi penjualan buku yang kita tawarkan. Kuncinya kita harus proaktive komunikasi dan interaksi dengan komunitas serta dapat menjaga integritas pribadi kita.


B.        Strategi pemasaran buku serangan Darat (OF LINE ).

Untuk menguasai seluruh wilayah nusantara ini dalam penetrasi pasar buku , kita harus melakukan pemetaan wilayah dengan membuka cabang tiap kota besar yang potensi pasarnya sangat baik. Kami Penerbit Andi telah mempunyai 90 cabang di kota dari Aceh sampai Papua, dengan menempatkan tenaga pemasaran di tiap kantor cabang tersebut.


Strategi Promosi di toko buku Modern ada berbagai macam cara yang perlu kita lakukan , antara lain :

-   Menguasai display buku , supaya tampilan buku dapat terlihat dan menonjol .

-   Mengadakan promosi di internal toko dengan memasang produk di Neon Box, X Banner

-   Mengadakan Bedah Buku , Talkshow dan potongan Harga pada buku tertentu atau periode tertentu.

- Mengadakan event tematik sesuai moment bulan berjalan (program Ramadhan,  Program TAB, Program TAM , dll )

-  Dan masih banyak lagi program promosi di toko buku modern yang dapat kita lakukan , kuncinya kita proaktive komunikasi dengan pihak internal Toko Buku modern tersebut.

     

  Salah satu contoh display buku  di toko

                                  


2.  Strategi Pemasaran dengan Directselling

Pemasaran Buku melalui Directselling, PT Andi memetakan berdasarkan jenis katagori buku yang diterbitkan . Jenis Katagori buku penjualan lewat Directselling dibagi menjadi beberapa target pasar yaitu :

-  Buku Pendidikan (Buku mata pelajaran Utama dan buku pendamping untuk jenjang TK, SD, SMP, SMA, SMK).

-   Buku Teks Perguruan Tinggi untuk semua mata kualiah

-   Buku Referensi untuk jenjang TK, SD, SMP, SMA-SMK , Perguruan Tinggi dan umum

Dengan pemetaan jenis katagori tersebut diatas makaPT Andi sebagai Industri Penerbitan buku melakukan terobosan pemasaran dengan menempatkan tenaga penjual (Sales) .

Tugas Tenaga Penjual / sales tersebut diberi tanggungjawab target sesuai maping areanya masing – masing yang bertugas :

-  Kunjungan langsung ke tiap sekolah untuk temui kepala Sekolah, bagian kurikulum , Biro umum dan lain-lain.

-  Kunjungan langsung ke setiap Kampus / Perguruan Tinggi  untuk temui Dosen, tiap Kaprodi, tiap Dekan, ke LPPM dan sampai ke para Rektor .

-  Kunjungan langsung ke setiap Perpustakaan sekolah, Perpus Kampus, Perpustakaan Daerah dan lain-lain.

Dengan kunjungan langsung tersebut diharapkan dapat berinteraksi dengan membangun hubungan yang baik dengan pihak Internal Sekolah, Kampus, Perpustakaan dan lain-lain. Sehingga dampaknya hasil penjualan buku dapat meningkat.

 

Intinya mungkin dalam pemasaran buku ini kita harus konsisten untuk terus mempromosikan.

Contoh Promo :

                                 


Berikut adalah Persyaratan dan Tata Cara Pengiriman Naskah ke Penerbit ANDI yaitu :

Pertama : Tentukan jenis naskah apa yang ingin di tulis:

Jika sudah menentukan jenis naskah apa yang akan kita tulis, penerbit ANDI memiliki beberapa prosedur dalam proses penulisan dan pengiriman, di antaranya;

1. Mengetik naskah dengan rapi menggunakan font Times New Roman (atau sejenisnya) dan font 12 pt.

2.  Panjang naskah tidak kurang lebih dari 150 halaman kertas A4.

Yang terakhir adalah memberikan beberapa lampiran berikut saat mengirimkan naskah.

1.  Sinopsis

Pastikan kita sudah menulis sinopsis dengan tepat. Sinopsis tidak boleh lebih dari dua halaman dan isi sinopsis harus sudah merangkum isi naskah secara keseluruhan agar penerbit dapat menangkap garis besar naskah.

2.  Proposal

Tulis proposal singkat kurang dari 2 halaman yang dapat dijadikan alasan sehingga   Penerbit ANDI bisa menerbitkan naskah kita.

3.  Data Diri

Cantumkan data diri. Data diri dapat berupa latar belakang, kompetensi yang kita miliki, maupun keterlibatan kita dalam suatu keanggotaan atau organisasi tertentu

 

Demikianlah sobat baca, kuliah kita malam ini.

Ms Phia sang bilingual blogger mempersilahkan narasumber untuk menutup materi.

 

Dan inilah closing statement dari Bapak Agus

 

“Penerbit sebagai Tenaga pemasaran buku sangat bangga sebagai ujung tombak dalam menyebarluaskan karya – karya tulisan ilmu pengetahuan yang sangat berdampak sekali melalui jalur non formal ikut serta dalam  mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia”.

 

Menulis adalah berjuang ,

Penulis adalah Pahlawan yang akan di kenang selama – lamanya.

Lembaran karya adalah medan pertempuran,

Pena adalah senjatanya.

 

"Buku adalah gudang ilmu, kuncinya adalah membaca. Membaca adalah jendela dunia”.

   

 

No comments:

Post a Comment

Resume ke-7 Mengatasi Writer’s Block

  Senin , 18 Oktober 2021 Resume pertemuan ke-7 Nara sumber : Ditta Widya Utami, S.Pd.,Gr. Moderator : Maesaroh Materi : Mengatasi W...