Friday, December 10, 2021

Resume ke-4 Menulis Buku dari Karya Ilmiah

 

Senin, 11 Oktober 2021

Resume pertemuan ke-4

Nara sumber : Ibu Noralia Purwa Yunita , M.Pd

Moderator : Ibu Rosminiyati

Materi : Menulis Buku dari Karya Ilmiah

 


       Malam ini tema belajar kita adalah “ Menulis Buku dari Karya Ilmiah”.  

 

Pertemuan dibuka oleh Ibu Rosminiyati sebagai moderator. Beliau adalah guru SMK Negeri 2 Pangkal Pinang dan tercatat sebagai peserta belajar menulis bersama PGRI asuhan Om Jay gelombang 19.

Mulai belajar dari NOL BESAR beliau akhirnya bisa menerbitkan buku 200-an halaman hasil resume 30 kali pertemuan bermodalkan Bismillah dan semangat, serta tekad yang kuat.

 

Menjadi peserta yang berada di grup ini menurut bu Rosminiyati bukanlah kebetulan, melainkan ada rencana besar Allah yang dipersiapkan-Nya. Oleh karena itu, kita harus menjemput takdir dengan ikhtiar yang maksimal.

 

Kelas Belajar menulis ada di mana-mana, bahkan ada peserta yang sudah luar biasa bagus tulisannya. Namun, kelas menulis PGRI asuhan Om Jay ini sangat istimewa. Di samping menunya yang luar biasa, juga materinya disajikan dengan penuh cinta. Tidak hanya tentang menulis, melainkan juga tentang bagaimana menjadi pribadi yang lebih berguna.

 

Ibu Rosminiyati mengajak untuk membuat resume dengan sepenuh hati dan dengan selengkap-lengkapnya dengan menggunakan kalimat sendiri. Manfaatnya, menjadi bahan rujukan belajar dan memudahkan kita dalam mengikatnya menjadi buku solo

 

Gelar sebagai blogger dan writer langsung melekat pada diri kita saat masuk ke kelas ini. Oleh karena itu, kita harus pertahankan dengan sebaik-baiknya. Dan segera mempraktikkan ilmu dari narasumber dalam menulis resume atau pun tulisan lainnya agar perbaikan dalam menulis langsung dirasakan.

   

Sesi Materi.

Ibu Noralia Purwa Yunita, M.Pd ini lahir di Kudus, 12 Juni 1989.   Pernah mengambil kuliah program sarjana di Univeritas Negeri Semarang yang kemudian dilanjutkan program magister pendidikan di Universitas Negeri Semarang. Saat ini penulis bekerja sebagai pengajar di SMP Negeri 8 Semarang. Selain mengajar, penulis juga aktif menulis di blog dan tergabung dalam komunitas sejuta guru ngeblog, penulis baru di Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan, penulis di Penerbit Andi Offset, penulis di penerbit Innovasi Publishing,   Prestasi yang pernah diraih penulis adalah juara 3 lomba blog nasional pada HUT penerbit YPTD. Karya yang sudah dibuat diantaranya: 1. Bahan ajar Kimia SMA (2013) 2. buku antologi "Menciptakan pola pembelajaran efektif dari rumah" (2020) penerbit Tata Akbar 3. Buku duet seri ekoji academy "Digital Mindset" (2020) penerbit Andi Offset 4. Buku duet sering. Ekoji academy "Gamifikasi" (Proses terbit) penerbit Andi offset 5. Buku solo "jurus jitu menulis dan berprestasi" (2020) penerbit YPTD 6. buku solo "kiat praktis menulis modul berbasis riset" (2020) yang merupakan ubahan dari tesis menjadi buku oleh penerbit YPTD

  

Malam hari ini, Narasumber akan berbagi pengalaman dalam menulis.  Materi yang akan dibahas malam ini yaitu menulis buku dari karya ilmiah.

 

Awal mulai narasumber menulis buku tersebut, yaitu dengan bergabung di kelas menulis om jay yakni di gelombang 8. Seperti halnya malam ini, peserta selalu mendapatkan sajian materi yang begitu nikmat dari para narasumber hebat. Ternya ada beberapa materi yang ternyata sangat melekat di pikiran Narasumber. Salah satunya adalah materi yang disampaikan oleh bu Hati. Beliau waktu itu menyampaikan menulis buku dari PTK. Dari situlah, wawasan narasumber menjadi terbuka bahwa "ternyata bisa juga menerbitkan buku dari karya ilmiah".

 

Tak perlu menunggu lama, ilmu dari bu Hati narasumber praktekkan untuk mengubah tesis dan best practicenya menjadi buku.

Di bawah ini adalah foto dari kedua buku tersebut:

                    


                         

Timbul pertanyaan, mengapa mau susah-susah mengubah kedua karya ilmiah ini menjadi buku? Bukankah itu ibarat 2 kali kerja?

Jawabannya karena narasumber ingin tidak hanya beliau saja yang membaca karya ini, tetapi banyak orang yang bisa menikmati karyanya. Akhirnya narasumber memutuskan untuk mengkonversinya menjadi buku.

Namun, prosesnya ternyata tidak mudah, karena antara laporan karya ilmiah dan buku tidaklah sama. Ada beberapa hal yang harus dihilangkan dan ada beberapa hal yang harus ditambahkan

 

Lalu bagaimana proses menulis buku dari karya ilmiah ini?

Berikut adalah langkah-langkahnya :

1. UBAH JUDUL

Judul karya ilmiah versi buku hanya berfokus pada objek penelitian saja. Hilangkan materi, subjek, tempat penelitian.

Sebagai contoh

Judul Tesis, Pengembangan modul berbasis riset pada materi reaksi redoks untuk meningkatkan keterampilan generik sains siswa kelas X SMA

Ketika diubah menjadi judul buku menjadi Kiat Menulis Modul Berbasis Riset

 

Contoh judul best practice : Efektivitas pembelajaran berbasis gamifikasi pada peningkatan aktivitas dan minat belajar siswa

Ketika dikonversi menjadi judul buku menjadi: Gamifikasi, Membuat Belajar Seasyik Bermain Games

 

Dapat dilihat dari contoh judul di atas, objek/fokus penelitian Tesis terletak pada pengembangan / pembuatan modul. Jadi ketika diubah menjadi judul buku, sesuaikan dengan fokus penelitian itu.Tinggal menambah kata seperti KIAT, JURUS, STRATEGI, CARA SUKSES atau yang lainnya agar menjadi judul popular.

 

2. UBAH DAFTAR ISI

Biasanya untuk beberapa karya ilmiah, daftar isi berupa

BAB 1 Pendahuluan berisi latar belakang masalah, tujuan, manfaat, batasan masalah

BAB 2 landasan teori

Bab 3 metode penelitian yang berisi rumus2 statistika

Bab 4 hasil dan pembahasan

Bab 5 penutup yang berisi kesimpulan dan saran.

 

Namun ketika diubah menjadi BUKU, daftar isi menjadi : (ikuti pedoman 2W+1H)

Bab 1 (Why) menjelaskan pentingnya modul BERBASIS RISET

Bab 2( APA) menjelaskan apa itu modul berbasis riset

Bab 3,4,5, dan seterusnya ( How ) menjelaskan bagaimana tahap pembuatan, bagaimana hasil pembuatan, bagaimana penerapannya.

 

Boleh juga mengembangkan materi dari bab 2 di KTI.

Sebagai contoh bab 2 KTI yang merupakan landasan teori berisi

2.1. hasil belajar

2.2. media pembelajaran

2.3. Modul

2.4. metode pembelajaran

2.5 pembelajaran berbasis riset

 

Ketika menjadi buku dapat dibuat menjadi beberapa bab yaitu

Sub bab 2.1. hasil belajar menjadi bab 2 buku

Bab 2 TEORI BELAJAR

2.1. belajar

2.2. permasalahan dalam pembelajaran

2.3. Hasil belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya

 

Sub bab 2.2. media pembelajaran menjadi bab 3 buku

Bab 3 MEDIA PEMBELAJARAN

3.1. Pengertian media

3.2. jenis media

3.3. manfaat media

 

Sub bab 2.3. modul menjadi bab 4 buku

Bab 4 mengenal modul

4.1.pengertian modul

4.2. karakteristik modul

4.3.sistematika modul

4.4. kelebihan modul

 

Lakukan hal tersebut hingga sub bab pada karya ilmiah selesai dibahas menjadi bab baru pada buku

Dengan demikian hanya dari bab 2 KTI saja, kita sudah dapat menuliskan/ mengubahnya menjadi beberapa bab dalam buku. Jadi, perbanyak penjelasan teori dari bab 2 karya ilmiah dan juga hilangkan rumus statistika yang biasanya ada di bab 3 karya ilmiah.

 

3. UBAH SEDIKIT ISI KARYA ILMIAH

Hilangkan semua kata "penelitian, laporan PTK, laporan skripsi" dan lainnya yang biasanya ada di karya ilmiah

Boleh menampilkan grafik tetapi jangan terlalu banyak. Cukup grafik yang penting saja. Grafik lain yang tidak ditampilkan, ubah dalam bentuk kalimat

Secara kebahasaan dan penyajian, karya ilmiah versi buku haruslah berbeda dengan versi laporan. Susunan dan gaya tulisan bebas terserah penulis, karena setiap penulis memiliki ide dan kreativitas masing-masing sesuai dengan pengalaman dan bahan bacaannya. Semakin literatnya penulis maka akan semakin oke buku yang dia tulis. Hal ini karena membaca, berpikir dan menulis adalah satu rangkaian literasi yang tidak dapat dipisahkan. Selain itu, kita harus mengupayakan agar pembaca memahami isi buku kita secara lengkap, dan mengena apabila menjadi karya ilmiah kita diubah menjadi buku

 

Daftar pustaka boleh menggunakan blog namun situs blog resmi seperti Kemendikbud.go.id, Jurnal ilmiah, e book, atau karya ilmiah lainnya. Namun, hindari menggunakan daftar pustaka berupa blog pribadi dengan domain blogspot, wordpress, dan lain sebagainya

Berikanlah ulasan mengenai kelebihan dan kelemahan penelitian yang anda lakukan agar pembaca yakin bahwa anda benar-benar telah melakukan penelitian tersebut

 

4. Karya ilmiah versi buku minimal 70 halaman format A5 dengan ukuran huruf, jenis huruf, dan margin disesuaikan dengan aturan Penerbit.

 

Untuk isi dari karya ilmiah versi buku tidak melulu dan harus menampilkan data hasil penelitian.

Sebagai contoh buku daftar isi buku gamifikasi tidak saya sertakan hasil penelitian nya karena fokus saya dalam buku tersebut adalah membahas tentang bagaimana membuat aplikasi gamifikasi dan bagaimana penerapannya dalam pembelajaran

 

Berikut adalah spoiler daftar isi dari buku gamifikasi yang merupakan ubahan dari best practice Ibu Noralia

                                 

 

 

 

Tampak tidak ada data hasil penelitian yang dibahas.Jadi pada intinya, sebelum mengkonversi Karya Ilmiah yang kita miliki, tentukan FOKUS/TOPIK yang akan dibahas secara detail dalam buku itu. Apakah pada perancangannya, penerapannya, aplikasinya atau yang lainnya. Jika sudah maka akan lebih mudah mengubah karya ilmiah itu

 

Dan satu lagi yang terpenting, isi buku jangan sampai sama persis dengan isi dari karya ilmiah. Kita bisa menggunakan teknik parafrase atau teknik lainnya agar tidak ada kesamaan kalimat pada buku ini. Karena jika ada kesamaan, maka akan terjadi yang namanya self plagiarism

 

Dengan demikian, membuat  buku dari karya ilmiah bukan berarti hanya mengubah cover dan judul saja sementara isi sama persis dengan KTI yang sudah kita punya. Itu merupakan suatu kesalahan karena akan menjadi self plagiarisme untuk karya kita. Kita harus mengubahnya sesuai dengan aturan yang ada sehingga KTI versi buku tidak akan sama struktur dan isinya dengan KTI aslinya

 

Agar karya ilmiah kita memiliki manfaat yang lebih, maka dapat diubah ke dalam bentuk buku. Fungsinya agar dapat dibaca oleh para pengajar lainnya. Ini lebih baik daripada berbagi file laporan karya ilmiah kita. Jika karya ilmiah kita dibukukan, selain memberikan manfaat dalam berbagi ilmu, buku karya ilmiah karya kita juga akan memiliki ISBN. Ini sangat penting dan mungkin dibutuhkan bagi pengajar untuk menambah nilai angka kredit. Selian itu, karya kita juga tidak akan lekang oleh waktu tentang kebermanfaatannya.

 

KTI yang sudah ditulis dengan susah payah dapat diubah menjadi buku yang dapat memberikan manfaat yang lebih luas.

Di dalam menulis buku tidak ada aturan dari KTI tahun berapa, namun sebaiknya apa yang menjadi objek penelitian diintegrasikan dengan kebutuhan kondisi sekarang untuk efek kekiniannya


Demikianlah paparan materi yang sangat padat dari Ibu Noralia Purwa Yunita, M.Pd.

Sangat menginspirasi dan menebarkan semangat..

 

Sobat baca..

Tipsnya agar semakin mahir menulis adalah banyak baca, banyak menulis.

Buatlah kegiatan menulis menjadi kegiatan yang menyenangkan. Senang berarti kita menyukai apa yang kita tulis. Tulisan bisa berupa catatan pribadi, traveling, atau hal-hal yang berbau ilmiah.

Perasaan suka ini akan membuat kita tidak merasa terpaksa, sehingga jika menemui masalah atau rintangan dalam perjalan menulis, akan lebih mudah menyelesaikannya.

 

Buku adalah memoir diri kita, meskipun kita sudah tiada, melalui bukulah nama kita akan selalu dikenal sepanjang masa.

                                     

Thursday, December 9, 2021

Resume Pertemuan Ke-21 Pemasaran Buku

 Jum’at, 19 November 2021

Resume pertemuan ke-21

Nara sumber :   Agus Subardana, M.M.

Moderator :  Ms. Phia

Tema :   Pemasaran Buku


Miss Phia  sang Bilingual Bloger kali ini menjadi moderator pertemuan Kelas Belajar Menulis bersama PGRI. Seperti biasa kelas akan terasa ceria sekali saat Miss Phia memoderasi pertemuan.

He. He..

Sobat baca…

Tema pertemuan mala mini adalah tentang strategi “Pemasaran Buku” yang akan disampaikan oleh Bapak Agus Subardana, S.E., M.M. Beliau adalah Marketing dari penerbit buku PT ANDI yang telah bekerja sejak 17 tahun yang lalu hingga sekarang. Lulus S1 dan S2 mengambil Jurusan Manajemen Pemasaran, dari sejak awal tahun 1999 sampai sekarang menggeluti di Bidang Pemasaran. Beliau juga sering menjadi Moderator berbagai event webinar.

Membuka pertemuan , beliau menyampaikan bahwa buku merupakan salah satu sumber ilmu pengetahuan dan sarana utama bagi proses pembelajaran serta sarana  penyampaian informasi. Sejak usia dini, anak – anak telah diperkenalkan pada buku dan diajarkan untuk membaca beraneka ragam terbitan buku.

Dalam rangka mempersiapkan generasi muda yang cerdas dengan minat baca yang tinggi khususnya anak-anak, pemerintah mendorong kegiatan membaca sebagai wujud dukungan dan tindakan nyata dalam membangun budaya membaca sejak dini. Dukungan pemerintah terhadap budaya membaca buku dan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap buku, menciptakan peluang usaha bagi pengusaha yang bergerak di bidang penerbitan buku.

 

Sobat baca, Maret 2020 merupakan momentum dunia terhadap wabah covid-19 yang berdampak signifikan terhadap penjualan buku penerbit. Untuk selanjutnya penjualan buku hanya dilakukansecara on line. Dengan penurunan status menjadi level 1 maka penjualan buku off line mulai menggeliat kembali.

Dampak Penjualan  Buku Selama COVID 19 sangat dirasakan betul oleh pelaku usaha bidang Penerbitan Buku .  

Beberapa dampak yang dialami oleh pelaku usaha penerbitan buku yaitu :

1.  Jaringan toko buku sebagian besar tutup selama covid 19 yg diawali di bulan maret 2020 dan saat ini sedang berlangsung gelombang yang kedua di bulan mei 2021 sampai agustus 2021

2. Pengunjung ke toko buku sangat menurun drastis karena dibatasi oleh aturan pemerintah untuk berkunjung sehingga toko terasa sepi. Selain itu kekhawatiran masyarakat terkena dampak covid-19 pun membuat pengunjung membatasi diri untuk pergi ke toko buku.

3.  Penurunan omzet toko buku dari dampak covid-19  ini hingga 60-90% . ini terjadi hamper di semua toko buku.

4. Selama covid-19 penerbit membatasi jumlah judul buku yang terbit terutama buku baru dan mengurangi distribusi buku ke toko buku

5.   Beberapa penerbit banyak yang gulung tikar alias bangkrut

6.  Untuk pemasaran buku yang direct selling atau langsung ke sekolah-sekolah, perguruan tinggi dan instansi-instansi, perpustakaan untuk sementara tidak bisa  bertemu langsung sehingga kurang maksimal dalam menawarkan produk buku

7. Semua konsumen atau pelanggan buku baik di kalangan masyarakat umum, instansi sekolah mengurangi anggaran karena anggarannya dialokasikan untuk penangan covid-19.

Tetapi pada awal Oktober 2021 dengan adanya penurunan ke level 1, sudah banyak dibuka toko-toko buku modern maupun tradisional sehingga mulai ada pengunjung mencari buku-buku yang disukainya.

 

Karena itu dalam upaya untuk mempertahankan Industri Penerbitan Buku agar selama pandemi Covid 19 ini supaya tetap terus hidup dan dapat mencapai hasil penjualan buku yang maksimal maka diperlukan  strategi pemasaran yang tepat. Srategi Pemasaran buku itu adalah strategi melalui On Line , dan jaringan komunitas secara on line.

Strategi pemasaran penjualan buku sangat dipengaruhi oleh banyak aspek dan unik hal ini dapat dilihat dari jenis-jenis buku yang diterbitkan. Jenis-jenis buku akan dikempokkan menjadi beberapa kategori buku. Contoh Penerbit Andi offsite memiliki 32 kategori buku   anatara lain kategori buku anak, bisnis, novel, pengembangan diri dan lain-lain.

Strategi pemasaran buku Penerbit Andi dipetakan menjadi 2 yaitu

1. Strategi Pemasaran buku serangan udara (On Line )

2. Strategi Pemasaran buku melalui serangan darat ( Of line)

 

Untuk penjualan buku lewat Online ini kita harus terus proaktif untuk terus promosi , supaya kita dapat :-  Menyebarkan informasi produk secara masif kepada target pasar potensial

-  Mendapatkan konsumen baru dan mempertahankan konsumen yang sudah ada sehingga kesetiaan konsumen terjaga.

-   Menjaga kesetabilan penjualan saat kondisi pasar lagi lesu

-   Menaikan penjualan dan profit

-   Membandingkan dan keunggulan produk dibandingkan dengan pesaing

-   Membentuk citra produk dibenak mata konsumen sesuai dengan yang diinginkan

-   Mengubah tingkah laku ( yang kurang minat beli , menjadikan tertarik beli ) , persepsi dan pendapat konsumen.

 

  2.       Pemasaran Buku Lewat Komunitas

Kita tentunya punya komunitas masing – masing sesuai dengan kapasitas kita untuk membentuk komunitas dan relasi , maka gunakanlah jaringan komunitas kita untuk sarana promosi dan penjualan buku . Penjualan lewat komunitas  akan lebih efektive dan efisien sehingga tingkat keberhasilan nya lebih tinggi penjualan buku yang kita tawarkan. Kuncinya kita harus proaktive komunikasi dan interaksi dengan komunitas serta dapat menjaga integritas pribadi kita.


B.        Strategi pemasaran buku serangan Darat (OF LINE ).

Untuk menguasai seluruh wilayah nusantara ini dalam penetrasi pasar buku , kita harus melakukan pemetaan wilayah dengan membuka cabang tiap kota besar yang potensi pasarnya sangat baik. Kami Penerbit Andi telah mempunyai 90 cabang di kota dari Aceh sampai Papua, dengan menempatkan tenaga pemasaran di tiap kantor cabang tersebut.


Strategi Promosi di toko buku Modern ada berbagai macam cara yang perlu kita lakukan , antara lain :

-   Menguasai display buku , supaya tampilan buku dapat terlihat dan menonjol .

-   Mengadakan promosi di internal toko dengan memasang produk di Neon Box, X Banner

-   Mengadakan Bedah Buku , Talkshow dan potongan Harga pada buku tertentu atau periode tertentu.

- Mengadakan event tematik sesuai moment bulan berjalan (program Ramadhan,  Program TAB, Program TAM , dll )

-  Dan masih banyak lagi program promosi di toko buku modern yang dapat kita lakukan , kuncinya kita proaktive komunikasi dengan pihak internal Toko Buku modern tersebut.

     

  Salah satu contoh display buku  di toko

                                  


2.  Strategi Pemasaran dengan Directselling

Pemasaran Buku melalui Directselling, PT Andi memetakan berdasarkan jenis katagori buku yang diterbitkan . Jenis Katagori buku penjualan lewat Directselling dibagi menjadi beberapa target pasar yaitu :

-  Buku Pendidikan (Buku mata pelajaran Utama dan buku pendamping untuk jenjang TK, SD, SMP, SMA, SMK).

-   Buku Teks Perguruan Tinggi untuk semua mata kualiah

-   Buku Referensi untuk jenjang TK, SD, SMP, SMA-SMK , Perguruan Tinggi dan umum

Dengan pemetaan jenis katagori tersebut diatas makaPT Andi sebagai Industri Penerbitan buku melakukan terobosan pemasaran dengan menempatkan tenaga penjual (Sales) .

Tugas Tenaga Penjual / sales tersebut diberi tanggungjawab target sesuai maping areanya masing – masing yang bertugas :

-  Kunjungan langsung ke tiap sekolah untuk temui kepala Sekolah, bagian kurikulum , Biro umum dan lain-lain.

-  Kunjungan langsung ke setiap Kampus / Perguruan Tinggi  untuk temui Dosen, tiap Kaprodi, tiap Dekan, ke LPPM dan sampai ke para Rektor .

-  Kunjungan langsung ke setiap Perpustakaan sekolah, Perpus Kampus, Perpustakaan Daerah dan lain-lain.

Dengan kunjungan langsung tersebut diharapkan dapat berinteraksi dengan membangun hubungan yang baik dengan pihak Internal Sekolah, Kampus, Perpustakaan dan lain-lain. Sehingga dampaknya hasil penjualan buku dapat meningkat.

 

Intinya mungkin dalam pemasaran buku ini kita harus konsisten untuk terus mempromosikan.

Contoh Promo :

                                 


Berikut adalah Persyaratan dan Tata Cara Pengiriman Naskah ke Penerbit ANDI yaitu :

Pertama : Tentukan jenis naskah apa yang ingin di tulis:

Jika sudah menentukan jenis naskah apa yang akan kita tulis, penerbit ANDI memiliki beberapa prosedur dalam proses penulisan dan pengiriman, di antaranya;

1. Mengetik naskah dengan rapi menggunakan font Times New Roman (atau sejenisnya) dan font 12 pt.

2.  Panjang naskah tidak kurang lebih dari 150 halaman kertas A4.

Yang terakhir adalah memberikan beberapa lampiran berikut saat mengirimkan naskah.

1.  Sinopsis

Pastikan kita sudah menulis sinopsis dengan tepat. Sinopsis tidak boleh lebih dari dua halaman dan isi sinopsis harus sudah merangkum isi naskah secara keseluruhan agar penerbit dapat menangkap garis besar naskah.

2.  Proposal

Tulis proposal singkat kurang dari 2 halaman yang dapat dijadikan alasan sehingga   Penerbit ANDI bisa menerbitkan naskah kita.

3.  Data Diri

Cantumkan data diri. Data diri dapat berupa latar belakang, kompetensi yang kita miliki, maupun keterlibatan kita dalam suatu keanggotaan atau organisasi tertentu

 

Demikianlah sobat baca, kuliah kita malam ini.

Ms Phia sang bilingual blogger mempersilahkan narasumber untuk menutup materi.

 

Dan inilah closing statement dari Bapak Agus

 

“Penerbit sebagai Tenaga pemasaran buku sangat bangga sebagai ujung tombak dalam menyebarluaskan karya – karya tulisan ilmu pengetahuan yang sangat berdampak sekali melalui jalur non formal ikut serta dalam  mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia”.

 

Menulis adalah berjuang ,

Penulis adalah Pahlawan yang akan di kenang selama – lamanya.

Lembaran karya adalah medan pertempuran,

Pena adalah senjatanya.

 

"Buku adalah gudang ilmu, kuncinya adalah membaca. Membaca adalah jendela dunia”.

   

 

ResumePertemuan Ke-16 Langkah Menyusun Buku Secara Sistematis

 Senin, 08 November 2021

Resume pertemuan ke-16

Nara sumber :  Yulius Roma Patandean

Moderator :  Dail Ma’ruf

Tema : Langkah Menyusun Buku Secara Sistematis




 Memulai pertemuan dengan doa, begitu ajakan pembuka dari moderator bapak Dail Ma’ruf.

Memulai dengan niat baik untuk belajar, menyimak menggunakan pancaindera mata dan telinga.

Dihayati lalu dibagikan.

 

Sahabat pembaca, ‘Langkah menyusun Buku Secara Sistematis’ adalah tema pertemuan kita kali ini yang akan disampaikan oleh bapak Yulius Roma Patandean, S.Pd. sebagai nara sumber.

 

Lahir di Salubarani, Gandangbatu Sillanan, Kabupaten Tana Toraja, 6 Juli 1984. Bapak Yulius Roma Patandean, S.Pd. menyelesaikan pendidikan S1 Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Kristen Indonesia Toraja (2003-2007) dan pendidikan S2 di Institut Agama Kristen Negeri Toraja (2019-2021). 

Pada tahun 2007-2015 beliau mengajar di SMAN 9 Tana Toraja. Tahun 2009 menjadi guru PNS dan mengajar di SMAN 3 Tana Toraja hingga tahun 2015. Tahun 2015-sekarang sebagai guru Bahasa Inggris di SMAN 5 Tana Toraja. Ia pernah menjadi pengajar tidak tetap di Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Indonesia Toraja, Tutor Universitas Terbuka dan Fasilitator Belajar Yayasan Trampil Indonesia. 

Prestasi yang pernah diraihnya adalah Pemenang Ketiga Lomba Kreatifitas Guru Tingkat SMA pada Porseni PGRI Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2017. Meraih dua medali emas dan tiga medali perunggu Gurulympics PGRI tahun 2020. Guru Berprestasi jenjang SMA Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2021. 

Buku-buku yang telah ditulis: Guru Menulis Guru Berkarya (Penerbit Eduvation, 2020); Digital Transformation: Generasi Muda Indonesia Menghadapi Transformasi Dunia (Penerbit ANDI, 2020); Antologi Puisi Rona Korona Dalam Duka dan Ria (Penerbit Oase Pustaka, 2020);   Antologi Kisah Inspiratif Sang Guru (Penerbit Pustaka Ilalang, 2020);  Merajut Asa Di Badai Korona (Penerbit Gemala, 2021), Flipped Classroom: Membuat Peserta Didik Berpikir Kritis, Kreatif, Mandiri, dan Mampu Berkolaborasi dalam Pembelajaran yang Responsif (Penerbit ANDI, 2021), Metode Belajar Online: Kiat Sukses dalam Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) (YPTD, 2021);   dan Media Komputer Dalam Pembelajaran (Universitas Terbuka, 2021); CLBK (Coba, Lakukan, Budayakan, Konsisten) Tips, Cara, Metode dan Strategi Menulis (YPTD, 2021).

 

Malam ini narasumber akan berbagi ilmu dan pengalaman bagaimana merangkai tulisan menjadi sebuah buku secara sistematis.

 

Langkah-langkah yang ditempuh adalah sebaga berikut :

1.      Satukan semua naskah dalam satu file Ms Word.

Gabungkan saja dulu semua naskah, urusan mengurutkannya, bisa belakangan.  

2.      Buat Judul Buku.

Hal ini menjadi penting karena judul akan memandu kita untuk mengembangkan, mengurangi atau menambah tulisan.

3.      Buat Prakata.

Jika memungkinkan siapkan Kata Pengantar dari orang lain yang kita percayakan.

4.      Siapkan Sinopsis

5.      Siapkan foto terkeren kita di bagian tentang Penulis

 

Untuk lebih jelas kita dapat menyimak tips dan pengalaman narasumber pada link

https://youtu.be/eePQwyHAcjw

https://youtu.be/jXPr59aWJSc

https://youtu.be/mS8bfNZT-rA

 

Yakinlah kita mampu untuk melakukannya lewat pengalaman mengetik naskah skripsi dan tesis sewaktu kuliah.

Ketiga metode di atas adalah yang apaling sering digunakan oleh Narasumber dalam menyatukan tulisan menjadi sebuah buku. Meski tidak menutup kemungkinan ada metode lain yang juga digunakan untuk menyatukan tulisan.

 

Bapak Yulius Roma Patandean, S.Pd. juga berpesan ada baiknya, materi-materi dari para narasumber diberi modifikasi agar menjadi naskah baru yang orisinil.

Hal yang sama berlaku untuk naskah buku solo kita. Jika naskahnya belum lengkap, minimal siapkan bab dan judulnya disertai sub judulnya. Sehingga ketika di-setting sistematis, akan selalu mengajak kita untuk melengkapi naskahnya. Mengapa? Karena naskah kita telah memiliki gambaran umum kerangkanya.

So, let's do it!

 

Pada sesi tanya jawab beberapa poin dapat kita simak sebagai berikut :

1.      Editor maupun kurator pada hakekatnya sama.   

Intinya, peran editor dan kurator adalah mempersiapkan dan memastikan naskah buku untuk terbit. Editor bertanggung jawab untuk membaca keseluruhan naskah dari penulis, termasuk mengoreksi tata bahasa, tanda baca, dan struktur kalimat. Naskah dari seorang penulis menjadi mudah dipahami pembaca juga menjadi tugas dari editor. Kurator kurang lebih sama perannya, namun mungkin berbeda dari segi profesi di penerbit.  

 

2.      Kumpulan resume yang disusun menjadi buku ini boleh menggabungkan semua gaya menulisnya.

Jadikan itu sebagai bumbu racikan untuk naskah bukunya. Mungkin ada Bab yang serius, tiba-tiba muncul Bab narasi.. Tentunya jika kita pertahankan demikian, akan meninggalkan kesan tersendiri bagi pembacanya. Di buku CLBK, nara sumber mempraktekkan demikian Naskah buku mirip kompilasi lagu mendiang sang mastro Didi Kempot. Yakinlah naskah kita yang variatif nantinya menghibur.

 

3.      Cara memunculkan ide menyusun kerangka buku yang sistematis:

Pertama Tuliskan apa yang terlintas di kepala, walaupun hanya 3-5 kalimat saja, lalu mentok. Tulis dan simpan. Tambahkan judul/subjudul menggunakan metode di video.

Kedua Lengkapi naskah dengan gambar orisinil (jepretan sendiri). Gambar  membantu kita menyampaikan ide.Contoh pada gambar di  naskah CLBK. Di buku ini. 98% gambar pemanis naskah berasal dari kegiatan harian narasumber. Ini juga membantu agar tidak terkena klaim hak cipta.

Ketiga Hubungkan judul demi judul yang memiliki keterkaitan di fase editing. Tambahkan dan kurangi jika memungkinkan. Tidak menutup kemungkinan muncul judul baru dari penga…

 

4.      Kita dapat memasarkan buku solo kita terbitan Indie, dengan mempromosikan ke rekan 

sejawat di sekolah, KKG,MGMP, teman di media sosial. Namun, prinsip narasumber, menulis bukan untuk menjual. Jika ada yang membeli, itu adalah apresiasi atas pencapaian kita. Dalam hal ini narasumber sepakat dengan bapak H. Thamrin Dahlan dari YPTD, menulislah untuk memiliki mahkota keabadian. Kalaupun ada royalti atas buku kita jika beruntung terbit di penerbit mayor, maka itu adalah bonus.

 

5.      Judul buku solo kumpulan resume dapat diambil dari salah satu judul resume.

Jika kreatif, boleh pilih satu atau dua materi untuk dikembangkan sendiri. Judul tanyakan ke isi hati, kata apa yang paling mewakili perasaan dan semangat menulisnya. Bisa saja sampul sudah kita utak atik. Cover, judul dan sinopsis sudah ada, tapi naskahnya masih nihil. Tapi, cover inilah yang akan memotivasi kita menulis. Lalu, jika minim waktu mencari ide, kumpulkan saja semua materi dan berikan judul yang sesuai dengan resume yang beraneka ragam tadi, misalnya: TIPS JITU MENULIS, TRIK CEPAT MENERBITKAN BUKU, METODE MENULIS BERSAMA PAKAR, dan lain lain.

6.      Kita dapat membukukan puisi-puisi yang sudah lama tersimpan di buku tulis atau akun WA.Tinggal ketik ulang, poles rimanya dan tambahkan sedikit-sedikit pemanis frase

 

Mari kita berlelah-lelah dulu bahkan hingga subuh menyiapkan naskah buku. Dan ketika naskah terbit ber-ISBN jangan lupa merayakannya bersama orang-orang terdekat, begitulah pesan dari pak Roma

 

Luar biasa ilmu yang kita pelajari malam ini.

Sebagai penutup narasumber memberikan Closing statemen sekaligus motivasi :

Mari menulis untuk menjadi saluran berkah bagi orang banyak.

Biarkanlah jejak menulis itu abadi hingga kita berkalang tanah.

Raga boleh tiada tapi ide dalam tulisan akan abadi seumur bumi ini.

Resume ke-7 Mengatasi Writer’s Block

  Senin , 18 Oktober 2021 Resume pertemuan ke-7 Nara sumber : Ditta Widya Utami, S.Pd.,Gr. Moderator : Maesaroh Materi : Mengatasi W...