Friday, November 19, 2021

Resume Pertemuan Ke-20 Menulis Autobiografi

Rabu, 17 November 2021

Resume pertemuan ke-20

Nara sumber :  Suparno, S.Pd., M.Pd.

Moderator :  Raliyanti

Tema : Menulis Autobiografi

                                     


Halo hai sobat pembaca..

Malam ini adalah pertemuan yang ke-20 kelas belajar menulis PGRI. Ibu Raliyanti sebagai moderator menyemangati bagi para peserta untuk segera menerbitkan sebuah buku solo berISBN dengan modal 20 resume yang telah dikumpulkan.

Seperti biasa, kuliah malam ini dibagi menjadi 4 sesi:

1. Pembukaan

2. Penjabaran materi

3. Sesi Tanya Jawab

4. Penutup

Ibu Raliyanti kali ini akan membersamai seorang narasumber yang luar biasa. Seorang Kepala Sekolah dari SMPN  2 Karangrejo Magetan, yang gemar membaca, juga seorang penulis dan motivator Literasi. Kesukaan Beliau akan menulis dan membaca ini  sangat menginspirasi, hingga pernah menjabat sebagai Pemimpin  Redaksi majalah  Pena Mageti. Beliau adalah Bapak Suparno, S.Pd.,M.Pd yang akan akan mengajak kita mala mini untuk belajar Menulis Autobiografi.

 

Memiliki  kesukaan  membaca sejak SD, buku pertama dibaca beliau adalah  Thomas Alva Edison  penemu bola lampu pijar. Dan sejak  1986 beliau telah mulai kesukaannya menulis. Beberapa judul buku yang telah ditulisnya diantaranya adalah Panduan Pranatacara  dan Pamedharsabda, Catatan  harian seorang Kepala Sekolah, Lulus Corona dan Langkah Jitu  menulis buku 

 

Nara sumber yang memiliki Moto "Menulislah  setiap  hari mutu  dan rezeki  akan mengikuti" sangat aktif dalam berbagai peran penting.

Aktivitas beliau terkini adalah sebagai Guru Pengajar Praktik Program Pendidikan Guru  Penggerak  Kemendikbud Ristek dan Pelatih Pramuka Kwarcab Magetan.

 

Jika sahabat pembaca ingin mengenal lebih banyak jejak literasi beliau dapat mengunjungi link http://suparnomuhammad.blogspot.com/2021/06/cv-suparno.html?m=1

 

Baiklah.. kita langsung saja masuk ke acara inti yaitu materi tentang membuat buku autobiografi yang akan dipaparkan oleh Bapak Suparno, S.Pd.,M.Pd

 

Autobiografi atau otobiografi adalah riwayat hidup seseorang yang ditulis oleh dirinya sendiri. Dalam bahasa Inggris, istilah autobiography pertama kali digunakan oleh penyair Robert Southey pada 1809. Namun, bentuk otobiografi sendiri sebenarnya sudah ada sejak zaman kuno. Jika riwayat hidup itu ditulis oleh orang lain maka namanya biografi.

 

Cerita   orang orang hebat itu  selalu menginspirasi. KH Usairon  mengatakan  cerita orang orang  sholih  itu  meningkatkan  iman,  oleh  karena  itu  sayang  rasanya  jika kesuksesan  yang kita raih  apabila  tidak  ditulis  dalam  biografi. Agar  bisa menginspirasi  orang lain. Menginspirasi  keluarga  dan keturunan  kita.

 

Kita tidak pernah tahu berapa  umur seseorang,  kita juga tidak tahu  kapan ajal  datang, maka menulislah  buku  biografi  agar  anak  cucumu  tahu  sejarah perjalanan  kehidupanmu

Dari sejarah  perjalanan  kehidupan kita,  anak  cucu kita bisa belajar  betapa  untuk  mencapai  kesuksesan  itu  butuh  perjuangan  yang luar biasa. Suatu  saat  pasti  ada diantara  anak  cucu kita  yang cinta pada ilmu  pengetahuan dan ingin tahu  sejarah  perjalanan  kehidupan  nenek moyangnya. Di saat itu  buku   biografi  sangatlah   berharga.

 

Manfaat yang lain dengan menulis buku biografi yang bertemakan pendidikan dapat menambah  angka kredit bagi seorang ASN. Hal ini dirasakan oleh Bapak Suparno, S.Pd., M.Pd yang mencapai Pangkat Pembina Utama Muda (golongan 4C). Dan bagi seorang ASN yang sedang mengikuti penilaian calon Kepala Sekolah maka biografi cukup menjadi jawaban tentang siapa dirinya.

 

Nah, bagaimanakah cara menyusun sebuah buku biografi?

1. Membaca buku biografi

Langkah awal sebelum menulis buku biografi bisa kita mulai dengan membaca buku biografi orang-orang ternama.  Jangan  hanya satu buku  tetapi minimal  3 buku sehingga kita bisa memiliki  pembanding yang baik

Salah satu buku yang menginspirasi narasumber adalah biografi tentang Bapak Chairul Tanjung yang pernah bersekolah di SMP SMA Labschool tempat dimana Om Jay sekarang mengajar. Selain itu narasumber juga membaca biografi Jenderal Sudirman seorang Panglima Besar Tentara Keamanan Rakyat (TKR), kini Tentara Nasional Indonesia (TNI) pertama kelahiran Purbalingga, 24 Januari 1916. Dengan membaca buku biografi seseorang membuat kita tidak  berkecil  hati  untuk  menuliskan  perjalanan  hidup  kita. Dan jangan  hanya  orang-orang  ternama,  tetapi  juga  membaca  buku  biografi orang-orang  yang selevel  dengan kita.

 

2. Membuat outline atau kerangka  tulisan.

Kumpulkan masalah  masalah  yang pernah dihadapi,  kenangan pahit, kenangan indah  dan sebagainya.

Misalnya  dimulai  dari masa kelahiran, masa sekolah TK, SD,SMP,SMA, kuliah,  bekerja, menikah,  punya anak,  pergi  jauh, ke  luar kota, luar negeri dan lain-lain.

 

3. Menyiapkan  data data pendukung, 

Data pendukung dapat berupa foto,  buku diary  dan sebagainya.

4. Membuat  jadwal  menulis 

Taatilah  jadwal  yang telah kita buat

 

5. Mulai  menulis per outline atau  per judul. 

Tulislah mengalir  saja  jangan  diedit  dulu ,walaupun  ada kesalahan  biarkan saja,  terus menulis  sampai selesai.  Tulislah  dengan pikiran dan perasaan,  dengan akal budi  dari hasil merenung yang dalam maka dengan sedirinya akan terbimbing  oleh ilham  yang mengarahkan.

 

Setelah  semua  judul  sudah terbahas  kemudian  sisipkan  judul  yang terjeda tadi  sesuai  dengan urutan  sejarah  perjalanan  kehidupan kita.

Terkadang saat menulis   muncul  ilham atau ingatan  sesuatu  yang pantas ditulis.  Maka tuliskan  saja   judulnya,  dibuku  yang berbeda.  Kemudian  segera  kembali  fokus  ke  outline.

 

Kita dapat menuliskan frase , atau kata-kata mutiara yang menginspirasi  di atas  dalam suatu judul  ada, sebelum  uraian  tulisan. Dengan demikian tampilan  buku  tampak  menarik  dan menginspirasi,    

 

6. Editing

Lakukan editing  mulai  awal  hingga  akhir.

 

Itulah langkah-langkah yang dapat kita ikuti untuk membuat sebuah otobiografi.

Timbul pertanyaan, apakah ending otobiografi harus selalu happy?

Jawabnya, sebuah otobiografi tidak harus ber ending happy,  sepanjang  tulisan  kita jika  dibaca orang  lain  itu menarik,  ada pelajaran  yang bisa dipetik,  dan itu penting  menurut  kita, maka jangan ragu ragu  tulis saja.

Ketebalan sebuah buku biografi umumnya minimal  itu  45 halaman,  tapi  kalau dipajang  diperpustakaan  sepertinya kurang menarik jadi sebaiknya  sekitar 110 halaman  keatas,  atau sekitar  200 halaman.

Lalu apakah ada yg mau membaca buku otobiografi dari orang yang bukan siapa-siapa dari orang yang hanya dikenal oleh keluarganya saja?

Narasumber mengatakan bahwa bukunya pernah  ada yang pesan  dari Jakarta,  Kalimantan Barat,  Aceh,  Sulawesi Selatan,  NTB, Surabaya,  Jateng , dan lain-lain.  Selain itu  diperpustakaan  sekolah  hampir  separuh  sekolah yang ada  di Magetan. Kebanyakan  yang beli adalah mantan  murid murid beliau. Meski beliaupun  berpikir,  jika  yang membaca  hahya  anak  keturunannya pun tidak mengapa.

  

Sekian resume kuliah malam ini yang ditutup dengan  kalimat ajakan dari narasumber

“Mari  menulis buku  biografi  agar orang  lain  dapat  belajar  dari pengalaman  dan perjalanan  hidup  anda!” .

Beberapa buku karya Bapak Suparno, S.Pd.,M.Pd.

 


 







1 comment:

Resume ke-7 Mengatasi Writer’s Block

  Senin , 18 Oktober 2021 Resume pertemuan ke-7 Nara sumber : Ditta Widya Utami, S.Pd.,Gr. Moderator : Maesaroh Materi : Mengatasi W...